Selasa, 08 September 2026
Hot

Emil Dardak Dorong Pemuda Jadi Arsitek Pembangunan Jatim

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak mengajak pemuda menjadi mitra strategis dan arsitek pembangunan daerah lewat inovasi serta kolaborasi global.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong generasi muda mengambil peran aktif sebagai arsitek pembangunan daerah melalui inovasi dan kolaborasi dalam dialog bersama mahasiswa Western Sydney University. (07/09/2026)

Kegiatan bertajuk Leadership Dialogue on Youth Engagement and Regional Innovation tersebut diselenggarakan di Ruang Kertanegara, Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya pada Senin (07/09/2026). Diskusi yang mengusung tema “Empowering Young People to Shape East Java’s Future” ini melibatkan mahasiswa program The Academy dari Western Sydney University (WSU) serta WSU Indonesia.

“Anak-anak muda tidak boleh berhenti sebagai penerima manfaat pembangunan. Mereka harus menjadi mitra strategis, pencipta bersama, bahkan arsitek pembangunan yang turut menentukan arah masa depan Jawa Timur,” ujar Emil Elestianto Dardak (Wakil Gubernur Jawa Timur) di Surabaya, Senin (07/09/2026).

Kolaborasi ini dinilai membuka peluang berharga melalui keterhubungan antara mahasiswa asing asal Sydney dengan mahasiswa WSU di Surabaya. Emil berharap kerja sama akademik ini mampu memicu peningkatan kapasitas mahasiswa melalui hubungan antara WSU dan Universitas Brawijaya.

Article ad in the middle of article

“Mahasiswa dari Sydney datang ke Jawa Timur, dan ini menjadi sebuah jejaring yang sangat berharga. Mereka terhubung langsung dengan mahasiswa Western Sydney University yang menempuh studi di kampus Surabaya.” ujar Wagub Emil.

Tantangan utama saat ini bukan sekadar membuka lapangan pekerjaan, melainkan membekali pemuda dengan kecakapan dan jalur karier yang tepat. Untuk menjawabnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan program Jatim Cerdas, perluasan beasiswa, hingga optimalisasi Youth Creativepreneur Centre serta Millennial Job Centre.

“Tantangannya sekarang bukan sekadar menciptakan lapangan kerja, melainkan memastikan anak-anak muda memiliki keterampilan, akses, dan jalur menuju pekerjaan yang bermakna. Investasi pada pembangunan pemuda hari ini akan menciptakan Jawa Timur yang lebih inovatif, inklusif, dan sejahtera di masa depan.” tegasnya.

Sektor digital dan ekonomi kreatif memiliki potensi pertumbuhan yang sangat luas di masa mendatang. Kendati demikian, Emil mengingatkan bahwa kedua sektor tersebut wajib ditopang secara beriringan oleh industri manufaktur serta pertanian.

“Ruang tumbuhnya masih luas, namun ekonomi kreatif dan digital tidak bisa berdiri sendiri tanpa ditopang oleh sektor industri manufaktur yang kokoh. Semuanya harus berjalan berseiringan.” jelas Emil.

Guna memperkecil celah dunia industri dan pendidikan, pemprov melakukan penyesuaian kurikulum vokasi untuk menyasar pekerjaan ramah lingkungan. Langkah ini dijalankan melalui kolaborasi program GEDSI bersama Bappenas dan GIZ Jerman yang berfokus pada teknologi ramah lingkungan.

“Pemerintah tidak bisa lagi merancang semuanya sendiri. Program pembangunan akan berhasil jika masyarakat ikut berpartisipasi dan menggerakkan. Ketika pemuda diberikan keterampilan untuk bersaing, kepercayaan untuk memimpin, dan kesempatan untuk berkreasi, mereka tidak lagi sekadar menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi arsitek pembangunan itu sendiri untuk mewujudkan innovation dividend di Jawa Timur.” pungkas Emil.

Article ad after last paragraph