Kamis, 03 September 2026
Hot

Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf, 566 Siswa Sidoarjo Keracunan

Insiden keracunan massal di Sidoarjo melanda 566 siswa dari 19 lembaga. Kepala SPPG Kalitengah Rafli Ridho meminta maaf usai jeda masak-distribusi 5,5 jam.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, SIDOARJO – Keracunan massal menimpa 566 siswa dari 19 lembaga pendidikan di Tanggulangin, Kepala SPPG Kalitengah meminta maaf. (03/09/2026)

Jumlah korban keracunan massal yang terjadi di Ponpes Manbaul Hikam, Sidoarjo, melonjak hingga 566 orang. Para korban berasal dari 19 lembaga pendidikan di wilayah Tanggulangin, meliputi pondok pesantren, SD, SMP, SMA, serta TK.

Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, menjelaskan bahwa proses memasak dimulai pukul 05.30 WIB. Makanan kemudian didistribusikan ke sekolah penerima sekitar pukul 11.00 WIB, dengan jeda sekitar 5,5 jam.

Rafli juga mengakui bahwa makanan matang hanya mampu bertahan sekitar empat jam pada suhu ruang. Hal ini menimbulkan pertanyaan karena distribusi makanan baru dilakukan pukul 11.00 WIB, jauh melewati batas aman konsumsi.

Article ad in the middle of article

Rafli Ridho secara terbuka meminta maaf kepada publik atas insiden keracunan massal tersebut. Ia menyatakan penyesalannya terkait kejadian yang menimbulkan keresahan banyak pihak.

“Mohon maaf ya, saya menyesal,” ujar Rafli Ridho (Kepala SPPG Kalitengah) kepada awak media, Rabu (2/9/2026).

Dari total 566 korban keracunan, sebanyak 470 orang telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan. Namun, 88 orang lainnya masih harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Operasional SPPG Kalitengah telah dihentikan sementara sejak Selasa malam menyusul insiden ini. Meskipun memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sertifikat halal, insiden keracunan tetap terjadi.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, menjelaskan bahwa SLHS hanya menilai sistem serta kelayakan sarana-prasarana. Sertifikat ini bukan jaminan mutlak setiap makanan pasti aman untuk dikonsumsi.

Bupati Sidoarjo mengungkapkan bahwa dari 170 SPPG di wilayahnya, terdapat 31 SPPG yang belum memiliki izin. Tiga puluh satu SPPG tanpa izin tersebut telah diperintahkan untuk berhenti beroperasi sementara.

Sampel makanan dan muntahan dari para korban sudah diambil guna pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan ini diperkirakan akan keluar dalam waktu sekitar satu minggu.

Article ad after last paragraph