Rabu, 02 September 2026
Hot

Dapur MBG Kalitengah Sidoarjo Disuspend Usai Ratusan Santri Keracunan

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah di Sidoarjo dihentikan sementara operasionalnya setelah ratusan santri Ponpes Manbaul Hikam diduga keracunan makanan dari program MBG. BGN tengah menyelidiki insiden ini.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, SIDOARJO – Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam di Tanggulangin diduga keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), memicu penghentian sementara operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. (01/09/2026)

Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengambil tindakan setelah laporan insiden tersebut. Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, mengonfirmasi penutupan sementara SPPG Kalitengah.

Teguh menyatakan pihaknya langsung mendatangi SPPG Kalitengah setelah menerima informasi. “Kami juga tadi sudah mendapatkan informasi langsung dan kami bergerak ke SPPG. Untuk saat ini, SPPG kita berhenti operasional,” ujar Teguh pada Selasa (1/9/2026).

Total korban dugaan keracunan mencapai 566 orang, dengan 88 di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Dapur SPPG Kalitengah sendiri setiap hari memasok sekitar 2.800 porsi makanan untuk sekolah dan pesantren.

Article ad in the middle of article

Sekitar 1.000 porsi dari total tersebut dikirimkan ke Ponpes Manbaul Hikam. “Untuk hari ini 2.800. Sekolah dan pesantren. Di pesantren itu ada sekitar 1.000-an, sisanya di luar pesantren, di sekolah,” tambahnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bersama kepolisian telah mengambil sampel makanan dari SPPG. Sampel tersebut akan menjalani pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan.

“Selanjutnya, hasil lab dan lain-lain kita tunggu untuk satu minggu ke depan ya, untuk uji hasil lab,” kata Teguh. Sementara itu, BGN pusat telah menerbitkan surat penghentian sementara operasional SPPG Kalitengah.

Teguh menjelaskan bahwa penghentian sementara ini bukan berarti SPPG Kalitengah pasti melakukan pelanggaran. “Untuk sementara ini karena memang sementara di-suspend, dari BGN sudah surat turun di-suspend sementara,” tegasnya.

Keputusan terkait nasib dapur MBG akan ditentukan setelah evaluasi dan hasil laboratorium keluar. “Sampai hasil evaluasi ya, evaluasi dan hasil lab keluar. Jadi sementara kami sedang laporan ke pusat, pusat akan menimbang apakah disuspennya suspend sementara atau suspend permanen,” pungkasnya.

Kasus ini mendapat perhatian serius mengingat cakupan distribusi SPPG Kalitengah yang sangat luas. Hasil investigasi dan uji laboratorium sangat krusial untuk menentukan langkah selanjutnya.

Article ad after last paragraph