HARIANEXPRESS, LAMONGAN – Tim Risk Assessment Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) meninjau Stadion Surajaya Lamongan. Hasil peninjauan ini menemukan kondisi stadion baik, namun ada catatan minor terkait jalur evakuasi menjelang Liga 2 musim 2026/2027. Rabu, (02/09/2026)
Penilaian tersebut berlangsung selama dua hari, dimulai dari Selasa (1/9/2026) hingga Rabu (2/9/2026). Pemeriksaan ini bertujuan memastikan Stadion Surajaya memenuhi standar keamanan dan keselamatan yang memadai untuk penyelenggaraan pertandingan.
Tim Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jatim memeriksa berbagai aspek penting. Ini meliputi sistem pengamanan, keselamatan penonton, fasilitas pendukung, serta kondisi sarana dan prasarana pertandingan.
Pada hari pertama penilaian, Stadion Surajaya secara umum dinilai siap dan laik fungsi. Namun, tim evaluator tetap menemukan beberapa catatan teknis yang memerlukan pembenahan.
“Secara umum, hasil risk assessment menunjukkan kondisi Stadion Surajaya dalam keadaan baik. Ada beberapa catatan yang perlu ditindaklanjuti, namun sifatnya minor dan dapat segera diperbaiki sebagai bagian dari persiapan menghadapi Liga 2,” ujar Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudporapar) Kabupaten Lamongan, M. Fauzan Badri saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026) pagi.
Salah satu catatan penting berkaitan dengan sistem penanda jalur evakuasi. Tim evaluator meminta agar penanda tersebut dibuat lebih mudah terlihat bagi penonton dan semua pihak di dalam stadion.
“Ada catatan-catatan kecil, seperti tulisan jalur evakuasi yang harus lebih terlihat jelas. Posisi penandanya sebaiknya digantung, bukan sekadar ditempel,” terangnya.
Catatan tersebut dianggap krusial karena jalur evakuasi merupakan elemen vital dalam keselamatan stadion. Penanda yang jelas diharapkan dapat membantu penonton menemukan akses keluar dengan cepat saat terjadi kondisi darurat.
Sebelumnya, keselamatan di area Stadion Surajaya sempat menjadi sorotan publik. Pada Rabu (26/8/2026), seorang warga dilaporkan harus dirawat di rumah sakit setelah tertimpa pagar saat berfoto di luar stadion.
Pengamatan di lokasi menunjukkan beberapa konstruksi pagar tidak dilengkapi kuncian kaki. Rangka besi hollow berukuran sekitar 4×4 sentimeter dengan ketebalan 1,8 milimeter tersebut hanya menggunakan beberapa baut kecil sebagai penyangga.
Rangkaian penilaian risiko oleh Polda Jatim masih berlangsung hingga hari kedua untuk mengakumulasi seluruh hasil pemeriksaan. Tim penilai akan menentukan skor akhir serta rekomendasi resmi terkait kelayakan dan aspek keamanan Stadion Surajaya.
Hasil penilaian akhir ini akan diserahkan kepada Panitia Pelaksana (Panpel) sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut. Ini menjadi persiapan penting sebelum kompetisi Liga 2 musim 2026/2027 bergulir.


