ARIANEXPRESS, SUMENEP – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, aktif membangun komunikasi dengan masyarakat Madura melalui kunjungan ke empat kabupaten dan berbagai ruang perjumpaan sepanjang tahun 2026.
Agenda Ning Lia tidak hanya berkaitan dengan reses dan penyerapan aspirasi, tetapi juga menyertakan pertemuan dengan pemangku kebijakan, pemuda, aktivis, jurnalis, pengusaha, serta kiai dan ulama.
Salah satu agenda penting yang berlangsung ketika Ning Lia menghadiri bedah buku berjudul “Diaspora Madura: Resiliensi, Strategi, dan Transformasi Pasca-konflik Etnik” karya Prof. Dr. Abdur Rozaki, S.Ag., M.Si.
Acara tersebut digelar di ruang VIP Rumah Makan Bebek Sinjay Baru, Madura. Forum ini dihadiri oleh sejumlah kiai, pejabat, dan pengusaha.
Buku tersebut menyoroti perjalanan diaspora Madura dan proses masyarakat membangun kembali kehidupan sosial pasca-konflik. Tiga gagasan utamanya adalah resiliensi, strategi, dan transformasi.
Ning Lia menilai kekuatan buku ini ada pada keberaniannya melihat persoalan pascakonflik dalam perspektif jangka panjang. Ia menyatakan bahwa fokus seringkali hilang setelah kekerasan berhenti.
“Konflik selalu menarik perhatian ketika darah masih mengalir. Setelah kekerasan berhenti dan masyarakat mulai menata kembali kehidupannya, perhatian pun perlahan menghilang. Seolah-olah sejarah berakhir ketika senjata diletakkan,” ujar Lia Istifhama.
Menurut Ning Lia, fase pasca-konflik justru menyimpan proses penting, yaitu membangun kembali kepercayaan dan memperbaiki hubungan sosial. Ia mengaitkan gagasan ini dengan konsep *peacebuilding* John Paul Lederach dan pemikiran Ashutosh Varshney mengenai pentingnya jejaring sipil lintas etnik.
Meskipun demikian, Ning Lia menyampaikan perlunya pendalaman lebih lanjut terhadap buku tersebut. Ia mengaku masih perlu membaca secara detail sebelum memberikan komentar lebih jauh.
“Melihat optimisme buku ini, saya kira saya perlu membaca secara detail terlebih dahulu sebelum banyak berkomentar,” ujarnya.
Kehadiran Ning Lia dalam forum tersebut juga menunjukkan pola komunikasinya di Madura. Ia tidak hanya mengandalkan forum resmi untuk menyerap aspirasi, tetapi juga membangun dialog melalui berbagai perjumpaan langsung dengan masyarakat.
Sepanjang 2026, Madura menjadi salah satu wilayah yang sering dikunjungi Ning Lia, dari Sumenep hingga Bangkalan. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya anggota DPD RI ini untuk memahami persoalan daerah pemilihan sebelum membawanya ke tingkat nasional.
Kedekatan ini menunjukkan fungsi representasi senator yang tidak berhenti di ruang sidang parlemen. Hubungan dengan masyarakat di daerah pemilihan tetap menjadi bagian penting dalam menjalankan mandat sebagai wakil daerah.


