HARIANEXPRESS, MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan tidak menyetujui pengembangan Kampus 5 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di kawasan pusat kota, memicu pertanyaan tentang potensi ekonomi dan pendidikan daerah, Selasa (1/9/2026).
Kehadiran Unesa di Magetan seharusnya menjadi peluang emas untuk menggerakkan perekonomian lokal sekaligus memperkuat dunia pendidikan. Namun, harapan ini berbenturan dengan sikap Pemkab Magetan.
Masyarakat mengkritisi mengapa kampus perguruan tinggi negeri yang potensial justru tidak diarahkan untuk berkembang di tengah kota. Pertanyaan mendasar ini muncul meskipun Pemkab menyatakan tetap mendukung Unesa.
Dukungan secara prinsipil harus dibuktikan dengan kebijakan konkret, karena pembangunan kampus bukan sekadar masalah gedung atau lahan. Lebih dari itu, kampus merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan dan ekonomi daerah.
Banyak kota di Indonesia membuktikan bahwa kehadiran perguruan tinggi di kawasan perkotaan mampu menghidupkan denyut ekonomi. Ribuan mahasiswa dapat menciptakan kebutuhan akan tempat tinggal, makanan, transportasi, percetakan, dan berbagai jasa lainnya.
Warung makan menjadi ramai, rumah kos tumbuh, UMKM mendapatkan pasar baru, serta sektor jasa berkembang pesat. Kawasan yang sebelumnya biasa saja bisa berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi berkat keberadaan kampus.
Magetan membutuhkan pusat pertumbuhan baru, dan Unesa dapat menjadi pemicunya. Maka, ketika pengembangan kampus justru diarahkan di luar pusat kota, publik mempertanyakan apakah pemerintah daerah hanya melihat perguruan tinggi sebagai fasilitas pendidikan atau juga sebagai penggerak ekonomi.
Persoalan aset daerah memang perlu dikelola dengan hati-hati, namun pembangunan pendidikan juga memerlukan keberanian dalam mengambil keputusan strategis. Jangan sampai pertimbangan aset justru membuat Magetan kehilangan momentum berharga.
Apabila perguruan tinggi negeri bersedia mengembangkan kampus di Magetan, pemerintah daerah seharusnya berlomba menciptakan kondisi terbaik agar kampus itu tumbuh. Terlebih jika berada di pusat kota, bukan tidak mungkin Magetan akan mendapatkan efek berantai ekonomi yang luar biasa.
Pusat kota akan lebih hidup, dunia usaha bergerak, UMKM berkembang, dan investasi baru berdatangan, yang pada akhirnya akan memberi manfaat bagi masyarakat. Walaupun tidak otomatis setiap kampus di tengah kota langsung membuat perekonomian melejit, potensi ekosistem ekonomi baru dari ribuan mahasiswa dan aktivitas akademik jelas besar.
Oleh karena itu, keputusan Pemkab Magetan yang tidak menyetujui pengembangan Unesa di pusat kota patut dipertanyakan secara terbuka. Apakah alasan keterbatasan aset cukup kuat untuk mengesampingkan peluang sebesar itu?
Pemerintah perlu mencari terobosan baru, seperti skema kerja sama, yang memungkinkan kampus tetap berada di kawasan strategis tanpa mengorbankan kepentingan tata kelola aset daerah. Jangan sampai masyarakat menangkap kesan bahwa pembangunan fisik dan ekonomi begitu bersemangat, namun ketika berbicara tentang pendidikan dan masa depan generasi muda justru banyak pertimbangan.
Pendidikan adalah investasi, bukan beban, dan Unesa lebih dari sekadar bangunan kampus. Unesa bisa menjadi magnet bagi anak-anak muda, pusat inovasi, penghasil tenaga profesional, pembuka lapangan pekerjaan, dan penghidup perekonomian masyarakat sekitar.
Pemkab Magetan seharusnya tidak hanya berpikir tentang menjaga aset, tetapi juga menciptakan aset baru berupa kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi. Jika pusat kota dianggap tidak tepat, Pemkab harus menjelaskan secara terbuka alasan strategis, keuntungan, dan dampak ekonomi jika kampus ditempatkan di luar pusat kota.
“demi pemerataan pembangunan” ujar perwakilan Pemkab Magetan.
Penjelasan tersebut harus disertai dengan peta jalan dan manfaat konkret agar masyarakat memahami. Magetan sedang mendapatkan kesempatan besar, jangan sampai kesempatan itu dipersempit oleh cara berpikir yang terlalu administratif.
Unesa telah menunjukkan kepercayaan kepada Magetan. Kini, pertanyaannya kembali kepada pemerintah daerah: apakah Magetan siap menjadi kota pendidikan, atau justru membiarkan peluang itu bergerak ke tempat lain?
Pemerintah memiliki kewajiban besar menjaga masa depan pendidikan dan membuka peluang kemajuan ekonomi masyarakat. Jangan sampai sejarah mencatat bahwa ketika sebuah perguruan tinggi negeri membawa peluang besar, pemerintah daerah justru memilih mengambil jarak.
Kampus di tengah kota bukan hanya soal lokasi, melainkan bisa menjadi denyut baru pendidikan, ekonomi, dan masa depan Magetan.


