HARIANEXPRESS, KARO – Aparat gabungan TNI, Polri, dan PVMBG perketat patroli serta koordinasi di sekitar Gunung Sinabung, Sumatera Utara, menyusul status Level II (Waspada). (28/08/2026)
Patroli gabungan TNI, Polri, BPBD, dan petugas Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung dilaksanakan di kawasan rawan pada Jumat, 28/8/2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan batas area terlarang dan memantau aktivitas di sekitar gunung.
Sehari setelahnya, Sabtu (29/8/2026), Babinsa Koramil 04/Simpang Empat menggencarkan Komunikasi Sosial (Komsos) dan berkoordinasi langsung dengan Pos PGA Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kabupaten Karo. Koordinasi tersebut melibatkan Personel Babinsa Serka Sudino Sihombing, serta petugas Pos PGA Sinabung Armen Putra, Panca Praygia Perangin Angin, A.Md.T., dan tim teknisi.
Gunung Sinabung (2.460 mdpl) saat ini masih berstatus Level II atau Waspada. Laporan pengamatan periode 28 Agustus 2026 pukul 00.00-24.00 WIB menunjukkan cuaca cerah hingga berawan dengan asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang setinggi 50-300 meter di atas puncak kawah.
Aktivitas kegempaan tercatat dua kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 20-30 mm dan durasi 12-16 detik, serta dua kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2-4 mm dan durasi 66-149 detik. Asap kawah kebiruan juga teramati menuruni lereng timur-tenggara.
“Saya mengimbau kepada masyarakat, khususnya tamu wisata, supaya tidak memasuki zona merah Gunung Sinabung, apalagi mendekati bibir Sungai Lau Borus. Saat musim hujan, kondisi aliran sungai tidak dapat kita prediksi,” ujar Letkol Inf Robert Panjaitan (Komandan Kodim 0205/Tanah Karo) di Kabupaten Karo, Jumat (28/8/2026).
“Koordinasi langsung di lapangan ini bertujuan memangkas rantai informasi, sehingga kesiapsiagaan deteksi dini bencana di tingkat teritorial dapat berjalan cepat dan akurat,” ujar Serka Sudino Sihombing (Personel Babinsa Koramil 04/Simpang Empat) di Pos PGA Sinabung, Sabtu (29/08/2026).
“Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” kata Armen Putra (Kepala PPGA Sinabung) di Kabupaten Karo.
Komandan Koramil (Danramil) 04/Simpang Empat, Kapten Inf Gandhi N. Hartanto, menyoroti posisi Kecamatan Simpang Empat sebagai area terdepan yang bersentuhan langsung dengan dinamika Gunung Sinabung. Ia menegaskan, “Sinergi ketat antara Babinsa dan PVMBG merupakan kunci vital untuk menjamin keselamatan warga di wilayah binaan kami.”
Rekomendasi PVMBG melarang aktivitas pada desa-desa yang telah direlokasi, serta lokasi dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung. Larangan ini juga berlaku untuk radius 4.5 km pada sektoral selatan-timur.
Koramil 04/Simpang Empat mengimbau masyarakat agar selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan PVMBG, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Diharapkan juga mematuhi seluruh rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG demi keselamatan bersama.
Melalui komunikasi dan koordinasi yang solid antara Koramil 04/Simpang Empat dan PVMBG, upaya mitigasi bencana diharapkan berjalan lebih efektif. Langkah ini juga bertujuan meminimalkan beredarnya informasi hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat Kabupaten Karo.


