Selasa, 01 September 2026
Hot

Iran Balas Serangan AS di Pulau Larak dengan Rudal ke Pangkalan Yordania

Iran meluncurkan serangan rudal balistik dan drone ke dua pangkalan udara AS di Yordania, membalas agresi Amerika Serikat di Pulau Larak yang memicu korban.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, TEHERAN – Iran melancarkan serangan balasan ke dua pangkalan udara Amerika Serikat di Yordania pada Senin (31/8/2026), menyusul pengeboman militer AS yang menargetkan Pulau Larak pada Minggu (30/8/2026). Aksi ini meningkatkan kembali ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pasukannya menargetkan pangkalan udara King Hussein dan Azraq menggunakan rudal balistik serta drone pada dini hari waktu setempat. Serangan balasan ini terjadi setelah IRGC bersumpah untuk membalas agresi AS.

Militer AS sebelumnya membombardir dua peluncur roket Iran di Pulau Larak pada Minggu (30/8/2026), yang merupakan serangan pertama Washington di wilayah Iran sejak akhir Juli. Komando Tengah AS menyatakan serangan tersebut untuk menghantam fasilitas peluncuran senjata Iran yang sedang menyiapkan roket pengangkut ranjau laut di Selat Hormuz.

IRGC mengklaim serangan mereka menghantam infrastruktur teknis, fasilitas perawatan, dan area penempatan jet tempur, menyebabkan “kerusakan parah”. Sementara itu, militer Yordania mengaku berhasil menembak jatuh delapan rudal Iran yang diluncurkan ke wilayah mereka.

Article ad in the middle of article

“Musuh Amerika-Zionis, yang sekali lagi didorong oleh ketidakmampuan mereka dalam mengatasi masalah internal dan merosotnya kredibilitas mereka di mata negara-negara di kawasan, dan dalam upaya menghidupkan kembali peran jahat mereka dan membenarkan tindakan mereka di hadapan opini publik, telah melakukan aksi agresi menargetkan Pulau Larak, yang mengakibatkan kematian dan cedera sejumlah petempur dan warga kami,” demikian pernyataan IRGC seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (31/8/2026).

“Serangan Minggu pagi adalah kesalahan fatal Rejim Trump dalam perang ekonomi yang dilancarkan. Dia akan menerima dampaknya secara militer dan ekonomi,” kata juru bicara Garda Revolusi Iran Jenderal Hossein Mohebi dalam keterangan tertulis melalui media Iran.

Anggota parlemen senior Iran, Ebrahim Azizi, juga memperingatkan bahwa pembalasan akan segera tiba. “Uji saja tekad kami sekali lagi dan tanggunglah akibat yang jauh lebih berat,” kata Azizi dalam pernyataan via media sosial X.

Pulau Larak merupakan lokasi strategis, berjarak 30 kilometer selatan pelabuhan utama Iran, Kota Bandar Abbas, dan dua kilometer dari Pulau Qeshm. Dari sana, Iran dapat mengendalikan lalu lintas pelayaran di titik tersempit Selat Hormuz sepanjang sekitar 50 kilometer, berhadapan dengan wilayah Qasab, Oman.

Ketegangan antara Iran dan AS terus memuncak sejak perang skala besar oleh Washington dan sekutunya, Israel, terhadap Teheran dimulai pada akhir Februari 2026. Meskipun nota kesepahaman sempat ditandatangani pada Juni, kedua negara kembali saling serang pada Juli setelah berselisih mengenai kendali Selat Hormuz.

Tekanan ekonomi AS terhadap Iran semakin diperketat, dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengancam negara-negara yang berbisnis dengan Iran. China, sebagai pembeli 90 persen minyak Iran, mengecam ancaman tersebut.

Serangan pada Minggu pagi kembali memicu kenaikan harga minyak global. Di AS, harga komoditas itu naik 1,8 persen menjadi 84,94 dolar AS per barel, sementara minyak mentah di bursa Brent naik 1,9 persen menjadi 89,79 dolar AS per barel.

Dalam laporan The Washington Post pada Senin (31/8/2026), pejabat militer AS memberikan masukan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk segera melancarkan serangan pamungkas terhadap Iran. Perang yang berkepanjangan di Iran akan membuat AS tidak siap menggelar kekuatan di mandala operasi lain dan mengganggu keamanan dalam negeri AS.

Article ad after last paragraph