HARIANEXPRESS, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong Gerakan Pramuka agar memperkuat pembentukan karakter generasi muda sekaligus berperan aktif dalam ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045. (02/09/2026)
Pesan ini disampaikan Khofifah, selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur, saat menghadiri Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Lapangan Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Hari Pramuka tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”. Khofifah menilai tema tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini.
Gubernur menyampaikan, ada tiga pesan penting dalam tema tersebut. Pesan-pesan itu meliputi pemantapan organisasi agar semakin modern dan profesional, kontribusi nyata terhadap swasembada pangan, serta persiapan generasi muda sebagai pemimpin menuju Indonesia Emas 2045.
“Tema yang ditetapkan Kwartir Nasional tersebut menegaskan tiga arah penting, yaitu memantapkan organisasi agar semakin modern dan profesional, memberikan kontribusi nyata terhadap swasembada pangan, serta menyiapkan generasi muda menjadi pemimpin menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Khofifah.
Khofifah menambahkan, tantangan global yang disertai persaingan ketat dan perubahan teknologi yang cepat menuntut generasi muda memiliki karakter kuat dan kemampuan beradaptasi. Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter tersebut melalui pengalaman nyata.
“Persaingan global juga membutuhkan generasi yang berkarakter, tangguh, adaptif, mampu bekerja sama, peduli, dan bertanggung jawab. Di sinilah Gerakan Pramuka memiliki peran strategis. Karena Pramuka adalah gerakan pendidikan yang membentuk karakter melalui pengalaman nyata,” katanya.
Ia menekankan bahwa proses pendidikan di Pramuka melatih peserta didik untuk memimpin, bekerja sama, memecahkan masalah, hidup mandiri, mencintai alam, serta memberikan manfaat kepada sesama. Tri Satya dan Dasa Darma harus tetap menjadi fondasi, namun aktualisasinya perlu berkembang sesuai tantangan zaman.
“Di dalamnya, adik-adik belajar memimpin, bekerja sama, memecahkan persoalan, hidup sederhana dan mandiri, mencintai alam, serta memberikan manfaat kepada sesama. Karena itu, Tri Satya dan Dasa Darma harus tetap menjadi fondasi, sementara aktualisasinya terus berkembang mengikuti tantangan zaman,” ucapnya.
Jawa Timur merupakan salah satu daerah penyangga utama pangan nasional, ini menjadikan posisi provinsi tersebut sangat strategis. Data BPS Provinsi Jawa Timur pada 2 Februari 2026 menunjukkan bahwa luas panen padi sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare dengan produksi 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).
Produksi tersebut setara dengan 6,03 juta ton beras konsumsi dan meningkat 12,60 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk potensi produksi Januari–Oktober 2026, diperkirakan mencapai 9,86 juta ton GKG atau tumbuh 5,13 persen dibanding periode yang sama pada 2025.
Khofifah menyambut baik semangat ‘Satu Gugus Depan, Satu Ketahanan Pangan’ yang bisa disinergikan dengan Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) Provinsi Jawa Timur. Ia juga mengapresiasi kolaborasi Pramuka dengan perguruan tinggi, termasuk Unesa, dalam membuka akses pendidikan bagi anggota berprestasi.
“Karena itu, saya menyambut baik semangat ‘Satu Gugus Depan, Satu Ketahanan Pangan’ yang dapat disinergikan dengan Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) Provinsi Jawa Timur. Saya juga mengapresiasi kolaborasi Gerakan Pramuka dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Surabaya, dalam membuka akses pendidikan bagi Pramuka berprestasi,” terangnya.
Khofifah menilai kolaborasi semacam itu merupakan investasi terbaik bagi masa depan Jawa Timur. Ia berharap Gerakan Pramuka Jawa Timur dapat terus melahirkan generasi yang mampu memimpin di berbagai bidang kehidupan.
“Kolaborasi seperti ini harus terus diperluas, karena investasi terbaik bagi masa depan Jawa Timur adalah investasi pada manusia,” ucapnya.
Dalam apel tersebut, Gubernur Khofifah memberikan sejumlah penghargaan kepada tokoh dan pihak yang berkontribusi pada Gerakan Pramuka Jawa Timur. Penghargaan yang disematkan meliputi Lencana Melati, Lencana Dharma Bakti, Lencana Karya Bakti, Lencana Pancawarsa Utama, dan Pramuka Teladan.
Rektor Unesa Nurhasan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, serta Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Erwin Astha Triyono menerima Lencana Melati. Sementara itu, Lencana Dharma Bakti diberikan kepada Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Kepala Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Sumenep Wahyu Kurniawan Pribadi menerima Lencana Karya Bakti, dan Mukti Utomo menerima Lencana Pancawarsa Utama. Penghargaan Pramuka Teladan diberikan kepada Muhammad Tsani Ainan Salsabyl, Hamdan Farrasy, dan Helga Erdi Valencia.
Selain itu, Khofifah juga menyerahkan penghargaan kepada Rektor Unesa Nurhasan atas dukungan terhadap Jalur Prestasi Pramuka Beasiswa 8 Semester. Penghargaan juga diberikan kepada Wakil Bupati Trenggalek, Pemkot Malang, dan Bupati Jember Muhammad Fawait atas dukungan terhadap kegiatan kepramukaan.
Apresiasi turut diberikan kepada pemenang Festival Ketahanan Pangan dari berbagai kategori dan tiga pemenang Lomba Fotografi Pramuka Produktif. Khofifah berharap, “Generasi yang akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, sekaligus membawa Jawa Timur semakin maju sebagai Gerbang Baru Nusantara. Sekali lagi, Selamat Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. Teruslah belajar, berkarya, berinovasi, dan mengabdi.”


