HARIANEXPRESS, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak di kisaran 6.230 hingga 6.451 dan masih berada dalam fase konsolidasi hari ini. (22/09/2026)
Sebelumnya, pada Senin (21/9/2026), IHSG ditutup melemah sebesar 0,88 persen atau terpangkas 56,43 poin ke level 6.384,73. Pelemahannya dipicu oleh aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp510,06 miliar.
Sektor infrastruktur, konsumer non-primer, dan energi menjadi penekan utama bursa domestik, sementara rupiah melemah ke Rp17.838 per dolar AS. Berbeda dengan pasar global, bursa Amerika Serikat justru menguat akibat penurunan yield obligasi.
“IHSG masih cenderung volatil, seiring dengan meningkatnya perhatian investor terhadap kebijakan moneter global,” ujar Herditya Wicaksana (Analis MNC Sekuritas) kepada Kontan di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Untuk perdagangan Selasa (22/9/2026), Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan saham BBCA dan EXCL dengan strategi beli saat harga tertekan atau buy on weakness. Target harga untuk saham BBCA dipatok sebesar Rp6.400, sedangkan EXCL ditargetkan mencapai Rp2.600.
Selain itu, saham INDF juga direkomendasikan untuk buy on weakness dengan target harga Rp7.225 per lembar. Sementara itu, saham PGAS direkomendasikan beli spekulatif dengan target harga Rp1.600 setelah mengalami penguatan harian.
Para investor disarankan untuk tetap waspada mengingat pergerakan nilai tukar rupiah yang berpotensi melemah lebih jauh. Ketidakpastian geopolitik global juga diperkirakan masih akan membayangi arah pasar saham secara umum.











