HARIANEXPRESS, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan bergerak variatif dan melemah 0,61 persen ke level 5.065,61 pada Selasa pagi di tengah kecermatan pasar terhadap sentimen global dan domestik. (03/11/2026)
Pada perdagangan Selasa (03/11/2026) pukul 09.50 WIB, IHSG terkoreksi 31,22 poin ke posisi 5.065,61 setelah sempat dibuka menguat. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut melemah 0,34 persen ke level 516,12.
Pergerakan pasar saham terjadi saat investor mencermati dampak kebijakan BEI mengenai saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration. Untuk saham PT Mitra Adiperkasa Tbk pada harga Rp 1.210, Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memberikan rekomendasi wait and see dengan support Rp 1.025 dan resistance Rp 1.430.
“IHSG potensi bergerak di kisaran resistance 5.182 atau 5.249 atau 5.268. Sedangkan jika skenario kembali volatile melemah, IHSG diperkirakan rentan kembali menguji support terdekat di 4.980 atau 4.907. Jika breakdown IHSG bisa lanjut menuju support terdekat 4.800,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia kepada Harian Express di Jakarta, Selasa (03/11/2026).
Dari sisi makroekonomi domestik, PMI manufaktur Indonesia Oktober 2026 meningkat ke level 54 dari 52,4 pada bulan sebelumnya. Selain itu, neraca perdagangan September 2026 mencatat surplus 3,36 miliar dolar AS dan inflasi Oktober berada di level 3,23 persen year on year.
Pada aksi korporasi, PT Triputra Agro Lestari Tbk mengumumkan pembagian dividen interim sebesar Rp 1,38 triliun atau Rp 70 per saham. Di samping itu, PT Medco Energi Internasional Tbk membagikan dividen interim US$ 30 juta atau setara Rp 544,86 miliar setelah disetujui 29 Oktober 2026.
Sentimen mancanegara diwarnai oleh langkah Bank of Japan yang mempertahankan suku bunga di level 1,25 persen. Pasar global turut mencermati perkembangan diplomasi Amerika Serikat dan Iran serta agenda pemilihan paruh waktu di AS.








