Selasa, 08 September 2026
Hot

Panpel Persija Batasi Tiket Khusus KTP Jakarta untuk Laga Vs Persib

Panitia pelaksana Persija akan menjual 60.000 tiket pertandingan kontra Persib pada 12 September 2026, dengan syarat KTP Jakarta. PSSI berharap Bobotoh hadir.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Panitia pelaksana Persija menyiapkan 60.000 tiket khusus KTP Jakarta untuk laga Persija kontra Persib 12/9/2026, sementara PSSI berharap Bobotoh turut hadir di SUGBK. Laga pekan kedua Super League 2026/2027 ini masih menanti izin resmi dari Polda Metro Jaya hingga Senin, 7 September 2026 malam WIB.

Panpel Persija berencana melepas 60.000 tiket tersebut untuk pertandingan yang dijadwalkan pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 15.30 WIB. Pembelian tiket akan dibatasi hanya untuk warga ber-KTP Jakarta demi meminimalisasi risiko keamanan.

Meskipun PSSI melalui Sekjen Yunus Nusi telah mengimbau Bobotoh untuk hadir di SUGBK, Panpel Persija menyatakan suporter tim tamu diharapkan tidak datang. Panpel akan menjaga area steril setelah masuk Ring 2 SUGBK sebagai langkah pengamanan.

“Rencananya kami akan melepas 60 ribu tiket untuk laga Persija-Persib, sudah termasuk undangan dan compliment,” ujar Albin Laurent, Ketua panpel Persija, seperti dikutip Bola.com pada 08 September 2026. “Pembelian tiket harus seluruhnya harus dari warga Jakarta dan ber-KTP Jakarta.”

Article ad in the middle of article

“Ya, suporter tim tamu diharapkan untuk tidak hadir dalam laga Persija-Persib pada 12 September 2026,” tambah Albin Laurent.

PSSI sebelumnya telah menyerukan agar rivalitas antara suporter kedua tim dapat berlangsung tanpa konflik negatif. Imbauan ini disampaikan oleh Sekjen PSSI Yunus Nusi pada Jumat, 4 September 2026.

“Saya berharap demikian, ada beberapa perwakilan yang datang untuk bersama-sama berangkulan, berputar di lapangan menyampaikan bahwa tidak ada rivalitas yang negatif di antara suporter Persib Bandung dan Persija Jakarta,” ucap Yunus kepada awak media pada Jumat, 4 September 2026, seperti dilaporkan VIVA.co.id. “Kita harapkan mereka datang pakai kaus biru kalau bisa, ayo kita sapa suporter.”

Yunus Nusi juga menekankan pentingnya membangun kebersamaan dalam sepak bola Indonesia. Ia menilai pertandingan sepak bola seharusnya menjadi ajang dukungan positif untuk tim masing-masing.

“Untuk apa bermusuhan, ribut, toh kita hanya untuk menyenangkan diri mau nonton sepak bola, mau nonton tim kita, ayo kita bangun kebersamaan ini,” tandas Yunus.

Pada musim sebelumnya, Persija bahkan harus menjadi tim musafir ke Samarinda, Kalimantan Timur, saat menjamu Persib karena masalah rekomendasi keamanan.

Article ad after last paragraph