HARIANEXPRESS, PEKALONGAN – Dugaan tindakan asusila oknum kepala sekolah dan guru sekolah dasar di Desa Langkap, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, kini diproses oleh Dindikbud setempat setelah rekaman kamera pengawas beredar luas. (08/09/2026)
Dindikbud Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan langkah sanksi untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang melibatkan oknum pendidik tersebut.
Sebelumnya, rekaman video yang memperlihatkan perbuatan kedua oknum di sebuah ruangan sekolah beredar melalui akun Facebook Pekalongan Berita.
Akun media sosial tersebut mengunggah keterangan bertuliskan, “VIRAL! Bocor Rekaman CCTV Diduga Ungkap Kemesraan Oknum Kepala Sekolah dan Guru SD di Desa Langkap, Kedungwuni,” sebagaimana dilaporkan detikJateng.
Kecurigaan masyarakat bermula dari keberadaan dua sepeda motor di lingkungan sekolah hingga sore hari dalam kondisi bangunan tertutup.
Seorang warga setempat mengungkapkan awal mula kecurigaan tersebut kepada detikJateng pada Selasa (8/9/2026).
“Awal mula munculnya kecurigaan berawal dari kebiasaan sekolah yang seharusnya telah selesai pada siang atau sore hari. Namun dalam beberapa kesempatan masih terlihat dua sepeda motor berada di lingkungan sekolah,” kata warga yang identitasnya tidak ingin diungkap itu, ditemui Selasa (8/9/2026).
“Pulang sore terus. Terus ada motor dua. Awalnya tidak curiga. Curiga-curiganya kok sering seperti itu dan pintu tertutup,” lanjutnya.
Aktivitas ganjil tersebut juga memancing tanda tanya para murid yang tengah berada di sekitar gedung sekolah.
“Ada siswa tanya ke saya soal kepala sekolah dan guru tersebut sering berdua di sekolah sampai sore,” katanya.
“Pintunya tutupan. Saya penasaran, tak gedor-gedor,” ujarnya menirukan suara siswa.
Isu mengenai hubungan kedua oknum telah beredar di tengah masyarakat sebelum bulan Ramadan tahun ini.
“Desas-desusnya di luar itu kan sudah kencang,” ujarnya.
Lantaran belum memegang bukti nyata, pihak komite sekolah bersepakat memasang perangkat kamera pengawas pada Juli lalu.
“Sebelumnya, belum ada bukti, sehingga Juli lalu komite sekolah memasang CCTV, untuk memastikan dan membuktikannya,” katanya.
“Warga juga menyekolahkan anak-anaknya di sini. Apalagi ada desas-desusnya seperti itu,” ujarnya.
Tokoh Desa Kedungwuni, Saim (46), menerangkan bahwa pertemuan berdua kedua pendidik tersebut disinyalir telah berjalan berulang kali.
“Itu dilakukan bukan hanya sekali. Bahkan itu sudah menjadi kegiatan rutinitas yang dilakukan setiap hari Rabu dan hari Sabtu,” katanya.
Saim menyebutkan oknum bersangkutan sempat dipergoki oleh rekan guru serta wali murid namun selalu membantah tuduhan.
“Nah, sempat… Iya, sempat kepergok dengan guru, sempat kepergok dengan wali murid, ketika ditegur itu mengelak,” ungkapnya.
Guna membuktikan kecurigaan, komite sekolah dan jajaran karyawan akhirnya patungan mengumpulkan dana Rp 200 ribu untuk pengadaan CCTV.
“Makanya dari komite sekolah ada inisiatif memasang CCTV itu untuk bisa mengambil bukti apa yang dilakukan keduanya,” ujarnya.


