Rabu, 09 September 2026
Hot

ASIDEWI dan UIN SATU Sinergi Kembangkan Desa Wisata

ASIDEWI dan UIN SATU Tulungagung sepakati kerja sama strategis untuk mengembangkan desa wisata berkelanjutan melalui riset dan tata kelola yang baik.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, TULUNGAGUNG – Asosiasi Desa Wisata Indonesia dan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperkuat pengembangan desa wisata di Indonesia. (09/09/2026)

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Ketua ASIDEWI Andi Yuwono di Gedung Prajna Paramita lantai 5, Tulungagung, pada Rabu (09/09/2026). Sinergi ini berlangsung dalam rangkaian pembukaan SATU International Conference (SATU ICON) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Kolaborasi tersebut bertujuan untuk menghubungkan kapasitas akademik kampus dengan pengalaman praktis dari ASIDEWI. Kedua pihak sepakat mendorong kerja sama yang mendukung riset, pendampingan, tata kelola, serta penguatan potensi ekonomi masyarakat setempat.

“Pengembangan desa wisata tidak bisa berjalan sendiri. Kami di ASIDEWI sangat menyambut baik sinergi dengan dunia kampus seperti UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ini. Melalui kolaborasi riset, pendampingan, dan penguatan tata kelola, kami optimis desa-desa wisata di Indonesia dapat naik kelas, lebih mandiri, serta mampu menerapkan prinsip ekonomi berkelanjutan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat lokal,” ujar Andi Yuwono (Ketua ASIDEWI) di Tulungagung pada Rabu (09/09/2026).

Konferensi internasional SATU ICON 2026 sendiri mengusung tema “Green, Blue, and Circular An Integrated Framework for Sustainable Global Economy”. Melalui tema ini, kedua institusi berupaya menerapkan pendekatan ekonomi hijau, biru, dan sirkular di sektor pariwisata desa.

Penerapan konsep tersebut mencakup pengembangan ekonomi kreatif, pengelolaan potensi lokal, dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola destinasi wisata. Penguatan tata kelola diharapkan membantu para pengelola desa wisata untuk berkembang dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan lokal.

Program ini juga diharapkan membuka peluang usaha baru bagi warga lokal, seperti di bidang kuliner, kerajinan, hingga jasa akomodasi. Setelah penandatanganan MoU ini, kedua pihak akan memperkuat koordinasi untuk segera mengimplementasikan program riset dan pendampingan di lapangan.

Article ad in the middle of article
Article ad after last paragraph