Rabu, 02 September 2026
Hot

Ajeng DPRD Surabaya Dorong Akurasi Data Desil

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, mendesak validasi data desil secara menyeluruh dan koordinasi kelurahan-PKH untuk akurasi penyaluran bantuan.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, mendesak validasi data desil dan koordinasi kelurahan-PKH agar akurat. Rabu, (02/09/2026)

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, mendorong validasi data desil secara menyeluruh di kota Surabaya. Ia mengungkapkan bahwa 175 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) telah melakukan perbaikan data di 31 kecamatan.

Ajeng menekankan pentingnya koordinasi antara kelurahan dan pendamping PKH untuk memastikan kevalidan data desil, terutama desil 1 dengan akurasi 3,56. “Ada 175 pendamping PKH tersebar di 31 kecamatan Itu yang melaporkan kondisi real masyarakat,” kata Ajeng kepada Jatimupdate, Rabu (2/9).

Ketua Fraksi Gerindra itu menambahkan, kelurahan harus melaporkan jika ada temuan usulan penyanggahan atau salah sasaran. “Kelurahan jika ada yang menemukan usulan penyanggahan ataupun salah sasaran harus bisa melaporkan supaya data 3,56 desil 1 benar-benar akurat” urai Ajeng.

Article ad in the middle of article

Keakuratan data desil ini sejalan dengan Inpres 4 tahun 2025 dan visi Surabaya sebagai kota cerdas. Komisi D berharap bantuan kemiskinan, sesuai inpres, dapat menjangkau desil 1 hingga 5.

Ajeng menyoroti tidak terserapnya lebih dari Rp100 Miliar anggaran tahun ini. Hal itu terjadi karena Perwali 4 tahun 2026 fokus pada desil 1-5, padahal kebijakan seharusnya dapat mengakomodasi data gamis/pramis sesuai daerah. “Itu harapan kami, tahun ini tidak terserap 100 Miliar lebih karena perwali 4 tahun 2026 fokus kepada desil 1-5. Sayang sekali tidak diserap apbdnya, harusnya kebijakannya boleh untuk gamis/pramis sesuai data Daerah,” tukas Ajeng.

Ajeng juga menyampaikan pengalaman pengawalan kasus warga Simokerto yang awalnya desil 6 dan kini masuk desil 4 setelah verifikasi. Ia khawatir warga tersebut kehilangan hak beasiswa Pemuda Tangguh karena masa pendaftaran telah lewat. “Ini ada temuan, dulu desil 6 sekarnag desil 4, bantuan beasiswa tangguh lewat masa daftarnya. Jadi kami khawatir hilang hak bantuan pendidikan hingga pembukaan Februari tahun depan,” beber Ajeng Wira Wati.

Article ad after last paragraph