HARIANEXPRESS, SURABAYA – Ratusan pelajar dan tenaga pendidik di Kota Malang untuk sementara tidak lagi menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (09/06/2026).
Kondisi ini terjadi setelah sejumlah dapur MBG menghentikan operasional karena anggaran belum dicairkan. Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, menyebut kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya.
Ia menyatakan yakin BGN akan segera membayarkan tagihan ke masing-masing dapur.
“Kalau masalah pembayaran ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Kami selalu meneruskan apa yang kita temukan di lapangan kepada BGN agar BGN kemudian bisa menindaklanjuti karena kewenangan sepenuhnya tentu di BGN langsung dengan SPPG masing-masing, pembayaran ke virtual account masing-masing,” ujar Emil Elestianto Dardak.
Emil juga mengungkapkan bahwa keterlambatan pembayaran ke SPPG sering berkaitan dengan administrasi yang belum lengkap dari pihak dapur. Ia tetap meyakini BGN akan menyelesaikan permasalahan ini, berdasarkan pengalaman sebelumnya.
Mantan Bupati Trenggalek itu menambahkan, saat ini ada sekitar 4.400 SPPG yang beroperasi di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 lebih SPPG di-suspend untuk melengkapi dokumen kelayakan.
Emil juga menyebutkan bahwa SPPG saat ini diwajibkan untuk menyerap telur dari peternak di Jawa Timur, termasuk di kawasan Kabupaten Blitar. Hal ini diharapkan dapat menjaga harga telur di level peternak sebesar Rp 24 ribu per kilogram.


