Selasa, 08 September 2026
Hot

Ular Kobra Teror Warga Perumahan di Situbondo

Warga Perumahan Graha Sultan Raya 1 Situbondo resah akibat teror kemunculan ular kobra yang dipicu aktivitas bajak sawah.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, SITUBONDO – Puluhan kepala keluarga di Perumahan Graha Sultan Raya 1, Desa Tokelan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo resah akibat maraknya kemunculan belasan ular kobra. (08/09/2026)

Reptil berbisa hingga jenis ular sawah tersebut dilaporkan kerap berkeliaran di lingkungan permukiman yang berbatasan langsung dengan persawahan. Warga setempat mengaku sering menjumpai hewan melata tersebut di area perumahan.

Salah seorang warga, Cholis (28), membeberkan bahwa dirinya sempat memergoki sejumlah ular pada Senin (7/9/2026) sore. Fenomena kemunculan hewan tersebut bukan kali pertama terjadi di lokasi itu.

“Kemarin sore saya lihat ada empat ekor ular sedang kawin. Selain itu, di waktu terpisah saya juga melihat dua ekor ular kobra lagi,” ungkap Cholis saat ditemui, Selasa (8/9/2026).

Article ad in the middle of article

Tiga hari sebelum kejadian tersebut, Cholis juga melihat beberapa kobra berukuran besar melintas. Ular-ular berwarna putih itu memiliki ukuran tubuh yang setara lengan orang dewasa.

“Tiga hari lalu saya lihat kobra putih, ada tiga ekor. Panjangnya lebih dari satu meter dan ukurannya sebesar lengan orang dewasa,” lanjutnya.

Aktivitas pengolahan lahan pertanian di belakang permukiman disinyalir menjadi pemicu utama kawanan reptil tersebut keluar. Para petani setempat juga kerap mendapati kemunculan kobra putih saat membajak lahan.

“Banyak sekali ularnya mas, apalagi sekarang sedang musim bajak sawah. Petani yang membajak sawah juga bilang kalau mereka banyak menemui kobra putih. Awalnya saya tidak percaya, tapi setelah melihat sendiri, total ada enam ekor kobra putih yang sudah saya lihat langsung,” beber Cholis yang juga menggarap sawah di area tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Pemadam Kebakaran (Damkar) Situbondo, Dayat, meminta masyarakat memperketat kebersihan lingkungan. Warga diimbau tidak menumpuk barang bekas di dalam gudang maupun halaman rumah.

“Masyarakat harus lebih hati-hati. Jangan menumpuk barang di gudang atau sekitar rumah. Saat cuaca panas luar biasa seperti sekarang, ular akan mencari tempat berlindung yang dingin dan lembap,” kata Dayat.

Selain tumpukan barang, lubang bekas sarang tikus di sekitar permukiman turut menjadi perhatian karena merupakan sumber pakan ular. Kerusakan habitat di areal persawahan akibat proses bajak sawah memaksa ular berpindah ke permukiman.

“Habitat mereka di sawah terganggu karena sedang dibajak, akhirnya mereka lari mencari tempat yang lebih aman. Kami juga meminta warga memeriksa barang-barang di luar rumah sebelum digunakan, seperti sepatu yang diletakkan di rak terbuka,” pungkas Dayat.

Article ad after last paragraph