HARIANEXPRESS, MAMUJU – Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi memutasi Kapolda Sulawesi Barat dari Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta kepada Irjen Pol Totok Suharyanto. (03/10/2026)
Keputusan rotasi jabatan kepemimpinan di Kepolisian Daerah Sulawesi Barat tersebut tertuang secara resmi dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta yang menjabat sejak 5 Agustus 2025 kini ditugaskan sebagai Perwira Tinggi (Pati) Bareskrim Polri dengan penugasan khusus pada Kementerian Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Upacara serah terima jabatan dan pelantikan seluruh pimpinan kepolisian daerah yang mendapat rotasi dipusatkan di Mabes Polri pada Sabtu malam jam 7 malam.
Pengganti Irjen Adi, yakni Irjen Pol Totok Suharyanto, merupakan rekan satu angkatan kepolisian tahun 1994 yang sebelumnya memimpin Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri.
“Benar (Kapolda berganti),” kata Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Memo Ardian kepada detikcom, Sabtu (3/10/2026).
“Betul, jadi telegram rahasia dari Mabes Polri ada beberapa Kapolda yang berganti, salah satunya Kapolda Sulawesi Barat,” kata Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Slamet Santoso, kepada RRI, Sabtu.
“Rencana untuk pelantikan serah terimanya di Mabes Polri itu nanti malam jam 7 malam. Seluruh Kapolda yang mendapatkan promosi jabatan dilantik di Jakarta,” ujarnya.
“Untuk pengganti beliau sama-sama angkatan 1994. Sebelum diamanahkan menjadi Kapolda di sini, beliau menjabat Kakortastipidkor Bareskrim Polri,” pungkasnya.
Sebelum ditunjuk menjadi Kapolda Sulawesi Barat pada 3 Oktober 2026, Irjen Pol Totok Suharyanto menjabat sebagai Kepala Kortastipidkor Polri sejak 27 Februari 2026.
Saat memimpin satuan pemberantasan korupsi tersebut, ia sempat memimpin penggeledahan di 12 lokasi berbeda serta menetapkan Bupati Gowa, Husniah Talenrang, sebagai tersangka.
Irjen Pol Totok Suharyanto memiliki rekam jejak panjang di kepolisian, termasuk pernah menjabat sebagai Kapolres Malang Kota pada 2013 dan Dirreskrimum Polda Jawa Timur pada 2020.
Mutasi kepemimpinan ini diharapkan dapat menyegarkan organisasi kepolisian serta meningkatkan pemeliharaan keamanan masyarakat di wilayah Sulawesi Barat.











