HARIANEXPRESS, JOMBANG – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas diwarnai perdebatan sengit mengenai tata tertib pemilihan pimpinan pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Perdebatan ini terjadi saat peserta membahas aturan terkait proses pemilihan pimpinan NU, terutama untuk Ketua Umum PBNU.
Ketua PCNU Manggarai Timur, Ustaz Hendra Umbu Rundi, menyebut dinamika persidangan sebagai hal yang wajar dalam sebuah organisasi.
“Ketika kita membahas tata tertib ini substansinya sangat penting. Dalam pembahasan butir-butir tata tertib, termasuk pemilihan, terjadi polemik di antara para mutamirin,” ujar Hendra Umbu Rundi (Ketua PCNU Kabupaten Manggarai Timur) dalam tayangan Wawancara Ekslusif ‘Ketua PCNU Manggarai Timur Hendra Umbu Rundi Ungkap Suasana Sidang Pleno Perdana Muktamar ke-35 NU’ yang tayang di kanal YouTube TribunJatim.com pada Jumat (28/8/2026).
Di tengah dinamika tersebut, Sidang Pleno I Muktamar ke-35 NU dipercayakan kepada Prof. Dr. Ir. KH Mohammad Nuh, DEA.
Ia memimpin sidang bersama KH Ahmad Said Asrori, membahas dan mengesahkan jadwal serta tata tertib muktamar.
Mohammad Nuh, yang menjabat Sekretaris Steering Committee muktamar kali ini, memiliki rekam jejak panjang sebagai Rektor ITS Surabaya, Menteri Komunikasi dan Informatika (2007–2009), serta Menteri Pendidikan Nasional (2009–2014).
Pengalamannya juga mencakup peran penting dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung pada tahun 2021.
Selain perdebatan sidang, acara Muktamar juga dimeriahkan oleh pertunjukan drone show spektakuler yang memukau peserta dan warga.
Pertunjukan ini ditampilkan pada Jumat (28/8/2026) malam, setelah uji coba pada Kamis (27/8/2026) dini hari.
Ribuan drone membentuk berbagai formasi visual, termasuk animasi Muktamar ke-35 NU, wajah tokoh pendiri Nahdlatul Ulama, ikon Jombang, dan bendera Merah Putih.
“Sekarang sudah canggih, baru pertama kali ini melihat drone bisa ada cahaya yang membentuk Muktamar NU, dan banyak lagi animasi tentang Nahdlatul Ulama,” ucap Arif Rahman (warga setempat) di kediamannya, Jumat (28/8) siang, kepada TribunJatim.com.
Atraksi teknologi ini menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat dan mutamirin di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Harapan agar pemimpin baru NU lebih memperhatikan warga Nahdliyin di wilayah pelosok juga turut mengemuka.


