Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Gubernur Kalteng Tinjau Karhutla Kobar, 1.059 Hektare Lahan Terbakar

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau lokasi karhutla di Kotawaringin Barat. Luas lahan terbakar mencapai 1.059 hektare, dengan lahan gambut menjadi tantangan utama bagi petugas.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, PANGKALAN BUN – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meninjau penanganan karhutla di Kotawaringin Barat, Rabu (26/8/2026). Luas lahan terbakar mencapai 1.059,498 hektare sejak Januari hingga 25 Agustus 2026.

Peninjauan berlangsung di Gang Ir. Wisman RT 26, Jalan Bungur, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, sebagai tindak lanjut atas luasan karhutla yang terus bertambah di Kotawaringin Barat.

Data BPBD Kobar menunjukkan lonjakan kejadian karhutla terjadi sejak Juli dan meningkat drastis pada Agustus, terutama di kawasan lahan gambut.

Sebelum ke lokasi, Gubernur Agustiar Sabran bersama Kapolda Kalteng mendatangi Posko Induk Karhutla Kobar di Kantor BPBD Kobar untuk mendengar penjelasan kebutuhan dukungan.

Article ad in the middle of article

Tantangan penanganan karhutla meliputi lokasi titik api sulit dijangkau, sumber air yang surut akibat musim kemarau, dan kondisi lahan gambut yang rawan membuat petugas terperosok.

Danton Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar, Sayit Abdul Badawi, mengungkapkan beberapa personel mengalami cedera seperti keseleo akibat lahan gambut yang ambles.

Meskipun ada keluhan seperti batuk dan pilek, petugas TRC BPBD Kobar tetap bertugas dengan dukungan tim medis di posko.

PT Gunung Sejahtera Puti Pesona (GSPP) juga mengerahkan Tim Tanggap Kebakaran dan Darurat (TKTD) untuk membantu warga memadamkan api di Kecamatan Pangkalan Banteng.

Pada 15 Agustus, PT GSPP bersama BPBD, kepolisian, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga berjibaku memadamkan kebakaran di Desa Kebun Agung dan Desa Sungai Kuning.

“Memang ada beberapa personel yang keseleo, terjerumus di lahan gambut karena awalnya terlihat datar tanahnya, setelah dilalui langsung ambles dan membuat petugas celaka,” ujar Sayit Abdul Badawi (Danton Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar), Rabu (26/8/2026).

“Dukungan PT GSPP sangat berarti bagi masyarakat, khususnya warga yang kebunnya terdampak. Respons yang cepat membantu proses pemadaman sehingga api tidak semakin meluas,” ujar Rohiman (Kepala Desa Kebun Agung).

“Kolaborasi menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat di lapangan,” ujar Azizul Husni Reza (Perwakilan Manajemen PT GSPP).

Dukungan water bombing dibutuhkan dan direncanakan akan segera diterjunkan ke wilayah Kobar.

Gubernur Agustiar Sabran juga memberikan susu dan vitamin kepada petugas lapangan, serta mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

PT GSPP menegaskan akan terus memperkuat kesiapsiagaan personel dan sarana pemadaman, serta koordinasi dengan pemerintah dan masyarakat.

Langkah ini penting untuk menekan risiko karhutla dan melindungi lingkungan serta aktivitas warga di wilayah Pangkalan Banteng, mengingat musim kemarau diprediksi berlanjut hingga September.

Article ad after last paragraph