HARIANEXPRESS, JOMBANG – KH Yahya Cholil Staquf memastikan kembali maju sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 di Jombang, Jawa Timur, di tengah munculnya sepuluh nama lain dalam bursa calon. (28/8/2026)
Gus Yahya membuat pernyataan ini setelah mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto pada rangkaian pembukaan Muktamar ke-35 NU. Acara berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (27/8/2026).
Sebelumnya, sepuluh nama tokoh muncul ke publik sebagai bakal calon Ketua Umum PBNU. Daftar ini berasal dari Silaturahmi Nasional Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU) di Jakarta pada 7 Agustus 2026.
“Allahu Robbuna. Niatku ora kliru,” ujar Gus Yahya dalam keterangan yang diterima TribunJatim.com, Jumat (28/8/2026).
Gus Yahya menilai pencalonan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab serta bentuk pengabdiannya kepada Nahdlatul Ulama. Ia juga menyatakan keinginan untuk melanjutkan sekaligus menyempurnakan agenda yang telah dibangun selama masa kepemimpinannya.
Selain Gus Yahya, beberapa nama lain yang masuk bursa calon Ketua Umum PBNU termasuk KH Zulfa Mustofa dan KH Muhammad Yusuf Chudlori. Ada pula KH Abdul Ghaffar Rozin, KH Abdussalam Shochib, KH Abdul Hakim Mahfudz, serta Hery Haryanto Azumi.
KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya lahir di Rembang, Jawa Tengah, pada 15 Februari 1966. Beliau merupakan putra KH Cholil Bisri dan cucu dari KH Bisri Mustofa, ulama yang dikenal sebagai penyusun kitab Tafsir Al-Ibriz.
Kesepuluh nama tersebut masih bersifat bursa bakal calon, bukan daftar resmi yang telah ditetapkan. Penetapan calon akan mengikuti mekanisme serta tata tertib Muktamar ke-35 NU.


