HARIANEXPRESS, JAKARTA – Kapal induk Giuseppe Garibaldi, yang akan diberi nama KRI Gajah Mada, dijadwalkan tiba dan bersandar di Jakarta pada 19 September 2026. Kapal tersebut telah memulai pelayaran dari Italia menuju Indonesia sejak Agustus 2026.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi rencana kedatangan kapal ini melalui pesan WhatsApp pada Jumat, 4 September 2026. Ia menyatakan bahwa KRI Gajah Mada akan diawaki oleh sekitar 400 prajurit TNI Angkatan Laut.
Prajurit TNI AL yang berada di atas KRI Gajah Mada ditujukan untuk melaksanakan pelatihan dan familiarisasi sebagai bagian dari persiapan pengoperasian kapal tersebut. Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait menambahkan bahwa rencana kedatangan kapal induk KRI Gajah Mada akan ditampilkan dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) TNI pada Oktober 2026, dengan detail teknis yang akan diinformasikan lebih lanjut setelah rencana final ditetapkan.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi memulai pelayarannya dari Italia pada Senin, 24 Agustus 2026, dengan perkiraan waktu tempuh menuju Indonesia selama tiga pekan. Rute pelayaran direncanakan melintasi Terusan Suez, singgah di Jeddah, Arab Saudi, serta Colombo, Sri Lanka, sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia.
Sebelumnya, pada 20 Juli 2026, Komisi I DPR telah menyetujui penerimaan hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia kepada Kementerian Pertahanan. Persetujuan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 mengenai penerimaan hibah atau pinjaman dari negara luar negeri yang memerlukan persetujuan DPR.
Proses hibah kapal ini berawal dari surat Representative of the Italian Coordination Committee Ministry of Defense of Italian Republic Nomor Protokol 001 tertanggal 8 Mei 2026. Surat tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Kementerian Pertahanan melalui kajian teknis yang tertuang dalam Surat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Nomor R/328/V/2026 pada 26 Mei 2026.


