HARIANEXPRESS, JOMBANG – Dinas Peternakan Pemerintah Kabupaten Jombang bermitra dengan PT Ciomas Adisatwa untuk mengembangkan peternakan ayam ulu di Desa Keras, Kecamatan Diwek. Rabu, (02/09/2026).
Kerja sama ini telah berjalan sejak awal 2025 dan merupakan bagian dari program Wirausaha Baru (WUB) di desa-desa. Jombang menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang melaksanakan kemitraan pengembangan ayam ulu bersama PT Ciomas.
Mekanisme kemitraan diawali dengan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT JAPFA dan Pemerintah Kabupaten Jombang, kemudian diserahkan kepada anak perusahaannya, PT Ciomas Adisatwa. PT Ciomas bertanggung jawab mengisi kandang dengan ayam ulu, sementara Dinas Peternakan berperan sebagai pembina dan pelatih bagi peternak lokal.
“Kerjasamanya sudah mulai 2025 untuk pembangunan kandang. Sekarang sudah diisi 2 periode, dua kali panen. Bentuk kerjasamanya ayam ulu,” ujar Kepala Dinas Peternakan Pemkab Jombang, Mochamad Saleh, kepada Kabarjagad.id, Rabu (02/09/2026). Ia menambahkan, ayam ulu adalah jenis ayam kampung khusus pedaging.
Petugas Lapangan PT Ciomas Adisatwa, Alfian Danang Saifulloh, menjelaskan program ini membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. “Untuk DOC ini ada 6.500 ekor. Jadi ada dua kandang. Yang satu 2.000, yang satu 4.500. Kebetulan beda ukuran,” kata Alfian.
Manfaat kemitraan ini mulai dirasakan masyarakat Desa Keras dan sekitarnya. Pengambilan anak ayam usia sehari (DOC) berasal dari peternak lokal, sementara sisa kotoran ayam dimanfaatkan sebagai pupuk gratis oleh warga sekitar.
Masa pemeliharaan ayam ulu membutuhkan waktu sekitar 2 bulan atau 50 hari sebelum siap panen, meskipun saat ini usia ayam di kandang adalah 38 hari. Proses panen dikelola sepenuhnya oleh PT Ciomas melalui sistem kemitraan, di mana perusahaan mengajukan ke bakul untuk pengambilan ayam.
Harga jual ayam ulu berkisar antara Rp30.000 hingga Rp36.000 per kilogram, bergantung pada kondisi pasar. Jika dipanen pada usia 50 hari, ayam jantan berbobot 2 kilogram dapat berisi 2 ekor, sementara ayam betina 1 kilogram bisa berisi 8 hingga 9 ekor.
Pemasaran hasil panen ayam ulu saat ini menjangkau wilayah Bojonegoro dan Surabaya. Pakan untuk ayam diproduksi sendiri oleh pabrik PT Ciomas di Sidoarjo dengan harga kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
Dinas Peternakan fokus pada pembinaan agar program dapat diperluas ke desa-desa lain, khususnya bagi desa yang mengajukan diri untuk program Wirausaha Baru. Melalui program ini, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan pendapatan warga Jombang, khususnya dengan pengembangan ayam kampung sejenis ayam ulu di setiap desa.


