Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Ponorogo Tetapkan Status Zona Merah Longsor di Dua Desa

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, PONOROGO – Pemerintah Kabupaten Ponorogo menetapkan Desa Banaran di Kecamatan Pulung dan Desa Talun di Kecamatan Ngebel sebagai wilayah zona merah rawan bencana tanah longsor, Jumat (15/05/2026).

Penetapan status ini merujuk pada hasil kajian lapangan yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pergerakan tanah di kawasan tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat kemunculan sejumlah rekahan tanah baru yang berpotensi memicu longsoran besar.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo menegaskan bahwa warga yang bermukim di bawah lereng curam harus segera mengosongkan hunian mereka. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah adanya korban jiwa mengingat curah hujan masih sangat tinggi.

“Kami meminta warga di Desa Banaran dan Talun untuk tetap waspada dan segera meninggalkan kediaman mereka jika hujan turun dengan durasi lama,” ujar Masun (Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo).

Article ad in the middle of article

Pihak berwenang telah menyiapkan beberapa titik pengungsian darurat yang berada di radius aman dari jangkauan material longsor. Fasilitas umum dan rumah warga di zona hijau telah disiagakan untuk menampung para pengungsi dari dua desa tersebut.

Tim reaksi cepat secara rutin melakukan pemantauan visual pada titik-titik kritis rekahan tanah setiap jamnya. Langkah monitoring ini sangat penting untuk memberikan peringatan dini jika sewaktu-waktu terjadi pergeseran tanah yang masif.

Kondisi geografis wilayah Pulung dan Ngebel yang didominasi perbukitan memang memiliki kerentanan tinggi terhadap degradasi struktur tanah. BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri bertahan di rumah hanya demi menjaga harta benda.

Selain ancaman longsor, warga juga diingatkan untuk mewaspadai potensi banjir bandang yang mungkin mengikuti luapan material dari perbukitan. Koordinasi antar perangkat desa dan relawan terus diperkuat guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar tanpa hambatan.

Article ad after last paragraph