HARIANEXPRESS, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan dibuka melemah ke posisi 6.552,79 pada Jumat pagi akibat lonjakan harga minyak dunia dan proyeksi kenaikan suku bunga bank sentral AS. (11/09/2026)
Pelemahan indeks sebesar 0,55 persen ini diikuti oleh penurunan indeks LQ45 sebesar 0,50 persen ke level 652,70. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan hari Kamis (10/09/2026), IHSG juga telah terkoreksi sebesar 1,33 persen menuju level 6.589,34.
Analis memperkirakan pergerakan indeks masih akan volatil karena tekanan dari sentimen luar negeri yang mendominasi pasar keuangan. Terkait pergerakan teknikal ini, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata memberikan proyeksi khusus.
“Jika bertahan, IHSG berpeluang rebound menguji 6.673-6.723, dengan resistance berikutnya 6.859. Sebaliknya, jika breakdown di bawah 6.520, koreksi berpotensi menuju 6.420, dengan support berikutnya 6.377,” ujar Liza Camelia Suryanata (Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia) di Jakarta, Jumat (11/09/2026).
Tekanan eksternal tersebut dipicu oleh data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat bulan Agustus 2026 yang tercatat naik melebihi ekspektasi pasar. Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada 16 September 2026 kini melonjak hingga mencapai 73 persen.
Selain inflasi, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut mengatrol harga minyak Brent hingga 109,97 dolar AS dan WTI ke 104 dolar AS. Kondisi pasar komoditas ini dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas rantai pasok global dalam jangka panjang.
“Perkembangan ini meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dalam jangka lebih panjang sekaligus memperbesar tekanan inflasi di berbagai negara,” ujar Liza Camelia Suryanata (Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia) di Jakarta, Jumat (11/09/2026).
Di dalam negeri, lonjakan harga minyak dunia berpotensi menaikkan beban APBN untuk kompensasi dan subsidi energi nasional. Meskipun demikian, defisit APBN hingga Agustus 2026 yang terjaga di level 0,95 persen PDB membuat pemerintah belum berencana menambah kuota BBM subsidi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pemerintah juga tengah mempersiapkan program pembuatan 200 juta rekening gratis bagi masyarakat pada tahun 2027. Anggaran program ini diproyeksikan berada di bawah Rp11 triliun karena memanfaatkan integrasi data kependudukan dan perbankan yang sudah ada.
Koreksi IHSG sejalan dengan melemahnya bursa saham Wall Street, Eropa, serta indeks utama di kawasan Asia pada perdagangan akhir pekan. Di tingkat regional, indeks Nikkei melemah hingga 2,68 persen sedangkan indeks Hang Seng terkoreksi 1,36 persen pada Jumat pagi.


