Senin, 14 September 2026
Hot

Fenomena Okultasi Venus Hiasi Langit Indonesia

Fenomena okultasi Venus terjadi pada 14 September 2026 dan dapat disaksikan di sebagian wilayah Indonesia setelah matahari terbenam.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Fenomena astronomi langka berupa okultasi Venus terjadi pada Senin, 1/9/2026, di mana planet tersebut tampak tertutup sementara oleh Bulan. Peristiwa ini dapat disaksikan di sebagian wilayah Asia, Afrika, Eropa, Rusia barat, serta beberapa daerah di Indonesia.

Di Indonesia, pengamatan berlangsung dari pukul 19.30 hingga 20.43 WIB di langit sebelah barat setelah matahari terbenam. Wilayah yang dapat menyaksikannya mencakup sebagian besar Sumatera, Jawa bagian barat, hingga sebagian kecil Kalimantan Barat.

Menurut astronom dari Observatorium Bosscha Yatny Yulianti, okultasi Venus oleh Bulan bukanlah peristiwa yang sangat langka karena terjadi beberapa kali dalam setahun. Namun, kesempatan untuk menyaksikannya dari lokasi tertentu cukup terbatas.

“Tetapi kesempatan untuk menyaksikannya dari lokasi tertentu cukup terbatas,” ujar Yatny Yulianti kepada Tempo, Jumat 11 September 2026.

Article ad in the middle of article

Peneliti okultasi dari Observatorium Bosscha Muhammad Yusuf menjelaskan bahwa keragaman pengamatan okultasi Venus disebabkan oleh perbedaan sudut pandang dari bumi. Selain itu, bentuk Venus saat okultasi terlihat seperti sabit.

“Saat okultasi itu Venus juga berbentuk sabit,” ujar Muhammad Yusuf dalam siniar, 10 September 2026.

Observatorium Bosscha berencana mengamati dan menyiarkan langsung fenomena tersebut dengan melibatkan enam astronom dan satu unit teleskop portabel. Pengamatan ini dilakukan bekerja sama dengan belasan pihak mulai dari observatorium kampus, komunitas astronomi, hingga individu di berbagai daerah.

“Pengamatan bersama ini menjadi latihan kolaborasi jejaring astronomi Indonesia, dan ada nilai edukasi yang kuat tentang bagaimana posisi serta gerak benda langit menghasilkan perbedaan yang kita lihat dari lokasi berbeda,” ujar Yatny Yulianti kepada Tempo.

Article ad after last paragraph