HARIANEXPRESS, MELBOURNE – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) resmi meraup dana segar dari penyelesaian penjualan saham di Kestrel Coal Group. (06/10/2026)
Melalui anak usahanya, Adaro Capital Limited, perseroan menyelesaikan transaksi pengalihan kepemilikan di Kestrel Coal Group kepada Yancoal Australia Limited di Melbourne, Australia, pada Kamis, 1 Oktober 2026, seperti dilansir dari Investor Daily dan dikutip demokratis.co.id. Manajemen AADI mengantongi dana bersih sekitar USD734,8 juta atau setara Rp13,15 triliun setelah pajak, berdasarkan konversi kurs Rp17.900 per dolar AS.
Sebelumnya pada Kamis, 1 Oktober 2026, AADI juga dilaporkan meraup dana sekitar US$ 700 juta atau setara Rp 12,5 triliun dari divestasi seluruh saham dan warannya di Kestrel Coal Group. Masuknya dana bersih tersebut berasal dari nilai transaksi awal sebelum pajak yang mencapai USD814,1 juta, sebagaimana dilansir dari Kabarbursa dan termuat dalam laporan lensahukum.co.id pada 6 Oktober 2026.
“Transaksi divestasi Kestrel ini selaras dengan langkah strategis perseroan pada pengembangan usaha di dalam negeri, sesuai dengan fokus bisnis Grup Adaro saat ini,” ujar Julius Aslan selaku Direktur Utama Adaro Andalan Indonesia (AADI) kepada demokratis.co.id.
Sementara itu, Sharif Burra selaku Chief Executive Officer (CEO) Yancoal menyampaikan bahwa akuisisi 80 persen saham Kestrel memperkuat portofolio batu bara metalurgi berkualitas tinggi dan berumur panjang milik perusahaan. “Akuisisi ini menempatkan kami pada posisi untuk memberikan nilai yang lebih besar kepada para pemegang saham dan memperkuat posisi Yancoal sebagai salah satu perusahaan pertambangan batu bara terkemuka di Australia,” ujar Sharif Burra kepada demokratis.co.id.
Masuknya dana segar dari aksi korporasi ini memicu perhatian pelaku pasar modal karena membuka peluang pembagian dividen spesial bagi pemegang saham AADI. UOB Kay Hian Sekuritas dalam riset yang terbit pada 5 Oktober 2026 memperkirakan laba bersih AADI tumbuh 48 persen pada 2026 dengan peluang pembagian dividen khusus lebih dari Rp1.450 per saham setelah divestasi Kestrel rampung pada kuartal I-2027.








