HARIANEXPRESS, SURABAYA – Inovasi Bunda Jelita di Surabaya mempermudah pengurusan akta kelahiran bayi sejak masa kehamilan hingga persalinan. Sabtu, 10/10/2026
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Surabaya mengembangkan layanan Bersama Urus Kelahiran dan Identitas Anak melalui Jejaring Lintas Layanan Kependudukan dan Kesehatan. Program ini mengintegrasikan fasilitas kesehatan dengan administrasi kependudukan agar persiapan dokumen anak dimulai lebih awal.
Linda Oktavia, seorang warga yang melahirkan di RS Korpri Pura Raharja, merasakan langsung manfaat layanan praktis tersebut. Pengurusan dokumen anak menjadi lebih mudah tanpa harus mendatangi kantor kelurahan secara terpisah.
“Kami sangat terbantu dengan adanya layanan ini. Anak sudah memiliki data kependudukan, dan kami tidak perlu bolak-balik ke kelurahan atau kantor lain untuk mengurus administrasi kelahirannya. Terima kasih banyak,” ujar Linda kepada mcinews.id, Sabtu (10/10/2026).
Direktur RS Korpri Pura Raharja, dr. Makhyan Jibril, menyatakan bahwa proses pengurusan yang sebelumnya memakan waktu tiga hingga hari kini menjadi jauh lebih ringkas. Orang tua dapat langsung membawa pulang akta kelahiran buah hati mereka selepas persalinan.
“Dengan Bunda Jelita, orang tua kini tidak perlu khawatir mengurus dokumen secara terpisah. Setelah bayi lahir, mereka bisa pulang dengan membawa akta kelahiran. Kami berharap inovasi terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh seluruh fasilitas kesehatan di Surabaya,” ujar dr. Makhyan Jibril kepada mcinews.id, Sabtu (10/10/2026).
Bidan mandiri Farida Hajri menjelaskan bahwa pengajuan dokumen memerlukan syarat berupa Kartu Keluarga, KTP orang tua, surat keterangan kelahiran, serta buku atau akta nikah asli. Dokumen tersebut juga diperlukan untuk pengurusan lanjutan seperti kepesertaan BPJS Kesehatan.
“Alhamdulillah, dengan adanya Bunda Jelita, warga Surabaya bisa mengurus akta kelahiran dengan lebih mudah. Jika nama bayi sudah dipersiapkan dan persyaratannya lengkap, dokumen dapat diproses sehingga saat pulang dari tempat persalinan, orang tua bisa langsung menerima akta kelahiran. Berkas digitalnya juga bisa diperoleh untuk dicetak sendiri,” ujar Bidan Farida Hajri kepada mcinews.id, Sabtu (10/10/2026).
Kepala Disdukcapil Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menyampaikan bahwa jejaring ini melibatkan puluhan fasilitas kesehatan di berbagai wilayah kota. Program tersebut menghubungkan layanan kesehatan, pendampingan keluarga, serta administrasi kependudukan dalam satu sistem.
“Bunda Jelita merupakan inovasi yang mengintegrasikan pendampingan keluarga, layanan kesehatan, dan administrasi kependudukan. Persiapannya dimulai sejak ibu memasuki masa kehamilan, sehingga keluarga tidak perlu menunggu bayi lahir untuk mulai mengurus kelengkapan administrasinya,” ujar Irvan Wahyudrajad kepada mcinews.id, Sabtu (10/10/2026).
Jejaring pelayanan ini kini mencakup 66 rumah sakit, 136 praktik mandiri bidan, dan 63 puskesmas di Surabaya. Pendampingan dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga serta Kader Surabaya Hebat sejak usia kehamilan menginjak tujuh bulan.
“Melalui proses ini, pengajuan akta kelahiran dapat disertai penerbitan Kartu Keluarga dan Kartu Identitas Anak. Pendampingan juga berlanjut setelah kelahiran melalui Aplikasi Sayang Warga. Jadi, bukan hanya sistem digital yang terhubung, tetapi juga petugas dan kader yang mendampingi keluarga secara langsung,” ujar Irvan Wahyudrajad kepada mcinews.id, Sabtu (10/10/2026).
Masyarakat diimbau untuk tertib administrasi dengan memperbarui data kependudukan sesuai kondisi sebenarnya. Pemerintah ingin memastikan setiap anak mendapatkan identitas resmi sejak hari pertama kelahirannya.
“Melalui Bunda Jelita, kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan identitas kependudukan sejak lahir. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tertib administrasi dengan memperbarui dokumen kependudukan sesuai kondisi sebenarnya, termasuk saat terjadi kelahiran, kematian, perkawinan, maupun perubahan data,” ujar Irvan Wahyudrajad kepada mcinews.id, Sabtu (10/10/2026).








