Minggu, 20 September 2026
Hot

Carrick Sebut Isu Pemecatan Dirinya dari MU Konyol

Manajer MU Michael Carrick sebut rumor pemecatan dirinya konyol setelah timnya mencatat awal buruk di musim 2026/2027.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, MANCHESTER – Manajer Manchester United Michael Carrick membantah keras rumor pemecatannya akibat start buruk Setan Merah musim ini. (19/09/2026)

Manajer asal Inggris tersebut menilai pembicaraan mengenai pemecatan terlalu dini karena tim baru memainkan empat laga Premier League. Sejauh ini, Manchester United tercatat baru mengemas satu kemenangan saat menumbangkan Ipswich Town dengan skor telak 5-2.

Tekanan kepada Carrick semakin menguat setelah Setan Merah dipastikan tersingkir dari ajang Piala Liga Inggris pada Rabu (16/9/2026). Timnya harus menyerah dengan skor 2-3 dari Brighton and Hove Albion, padahal sempat memimpin dua gol terlebih dahulu di sepuluh menit pertama.

Isu pemecatan tersebut ditanggapi secara langsung oleh Carrick menjelang laga krusial menghadapi Fulham pada Minggu (20/9/2026). Dirinya menyatakan fokus sepenuhnya hanya tercurah untuk memperbaiki performa tim di lapangan.

Article ad in the middle of article

“Saya tahu klub ini, saya tahu peran saya, dan saya tahu apa yang diharapkan di sini, baik dalam hal bermain dengan standar tertentu maupun mencapai target tertentu di lapangan,” ujar Michael Carrick (Manajer Manchester United) kepada Bola.com di Manchester pada Sabtu (19/9/2026).

“Saya memahami semua itu. Namun, mengenai masa depan, kepemilikan klub, dan berapa lama saya akan berada di pekerjaan ini, itu sama sekali tidak ada dalam pikiran saya,” lanjutnya.

“Konyol jika berpikir seperti itu dalam posisi saya saat ini. Itu sama sekali tidak ada dalam radar saya,” tegas Carrick.

Meskipun kecewa dengan sejumlah kekalahan, sang manajer meminta seluruh pihak untuk tidak bereaksi berlebihan secara panik. Setan Merah akan berupaya bangkit demi memperbaiki posisi dan meredam ketegangan saat berkunjung ke markas Fulham nanti.

“Ini dua atau tiga pertandingan. Dua atau tiga pertandingan yang terlalu banyak karena saya benar-benar benci kalah. Namun, itu bukan berarti dunia berakhir,” kata Carrick kepada Bola.com.

“Ini bukan sebuah bencana atau malapetaka. Ini bukan akhir dari dunia,” pungkasnya.

Article ad after last paragraph