HARIANEXPRESS, JAKARTA – Mantan penyerang Manchester United, Louis Saha, mendesak Barcelona dan Real Madrid agar tidak mendekati pemain muda berbakat JJ Gabriel demi kebaikan karier sang pemain. (22/09/2026)
Saha menilai kepindahan pada usia yang sangat belia dapat memberikan beban mental yang luar biasa besar bagi JJ Gabriel. Pemain berusia 15 tahun dari akademi Manchester United tersebut santer dikabarkan ingin hengkang dari Old Trafford.
Kabar rencana kepergian ini mencuat setelah Gabriel batal mencatatkan sejarah sebagai pemain termuda di tim utama MU saat menghadapi Brighton and Hove Albion di putaran ketiga Carabao Cup pekan lalu. Hal itu dikarenakan sang pemain secara mengejutkan meminta untuk meninggalkan klub dan menghapus foto-foto di akun Instagram pribadinya.
Spekulasi kepindahan Gabriel semakin menguat setelah agen Ali Barat dilaporkan memfasilitasi pembicaraan antara keluarganya dengan Real Madrid serta Bayern Munchen. Pekan lalu, pemain muda tersebut juga diketahui sempat berada di Spanyol di tengah isu ketertarikan dari Madrid dan Barcelona.
“Barcelona dan Real Madrid seharusnya menjauh dari JJ Gabriel. Saya rasa itu tidak baik untuk sepak bola atau industri ini,” ujar Louis Saha melalui Betano di Jakarta, Selasa (22/09/2026).
Saha menganggap langkah transfer dini tersebut berisiko memberikan pengaruh yang buruk bagi para pesepak bola muda lainnya.
“Ini seperti memberikan pesan yang buruk kepada pemain-pemain muda lainnya dan para penasihat mereka. Kesuksesan dalam sepak bola butuh kesabaran. Anda harus bekerja keras untuk mendapatkan kesempatan, menunggu kesempatan itu datang, kemudian setelah bermain dan memberikan dampak, barulah pembicaraannya berbeda,” lanjut Louis Saha.
Saha menyamakan situasi ini dengan pengalaman Martin Odegaard yang sempat kesulitan mendapatkan menit bermain saat direkrut Real Madrid di usia belia. Dirinya juga menegaskan bahwa Gabriel belum tentu bisa langsung bersaing merebut posisi para pemain utama di Manchester United.
“Lihat Martin Odegaard. Dia memiliki semua kemampuan. Dia terlihat seperti pemain yang bisa melakukan segalanya. Dia pergi ke Real Madrid dan tidak pernah mendapatkan kesempatannya,” ujar Louis Saha. “Kadang-kadang Anda harus melindungi pemain-pemain ini dari diri mereka sendiri dan para penasihat mereka. Saya tidak mengerti bagaimana mereka tidak melihat hal itu.”
“Bermain sangat baik di akademi, itu hebat, tetapi tidak berarti apa-apa di tim utama. Anda tidak bisa langsung masuk dan menggantikan pemain senior, seperti Matheus Cunha atau Bryan Mbeumo. Itu benar-benar tidak realistis dan memberikan terlalu banyak tekanan kepada pemain muda,” tutur Louis Saha.
Saha menyatakan bahwa Premier League adalah kompetisi fisik yang sangat berat bagi pemain seumur Gabriel, berbeda dengan Cristiano Ronaldo saat tiba di MU. Dirinya menambahkan tidak semua pemain berbakat memiliki ketahanan fisik luar biasa seperti Wayne Rooney sewaktu muda.
“Kita melihat Cristiano Ronaldo ketika masih muda di MU, tetapi dia tidak semuda JJ Gabriel. Ini situasi yang berbeda,” jelas Louis Saha. “Premier League adalah kompetisi yang sangat mengandalkan fisik dan JJ Gabriel akan mendapat perhatian khusus dari tim-tim lawan. Itu akan sangat berat baginya, secara fisik maupun mental.”
“Tidak semua orang bisa menjadi Wayne Rooney. Dia sudah matang pada usia 16 tahun. Dia memiliki fisik seperti monster. JJ Gabriel bukan pemain seperti itu, dan dia akan menjadi sasaran lawan,” pungkas Louis Saha.








