Kamis, 10 September 2026
Hot

PBB Dukung Peta Baru Equal Earth untuk Akurasi Ukuran Dunia

PBB resmi mendukung penggunaan peta proyeksi Equal Earth untuk menggambarkan luas benua dunia secara lebih proporsional dibandingkan peta Mercator lama.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa resmi mendorong penggunaan peta proyeksi Equal Earth untuk menggambarkan luas benua secara lebih proporsional dibandingkan proyeksi Mercator. (09/09/2026)

Majelis Umum PBB mengesahkan resolusi “Correct the Map” secara resmi pada 4 September 2026. Resolusi ini menyarankan penggunaan peta yang mencerminkan ukuran daratan secara akurat untuk kepentingan perbandingan luas wilayah.

Peta Equal Earth dikembangkan tahun 2018 oleh Bojan Šavrič, Tom Patterson, dan Bernhard Jenny. Proyeksi ini mempertahankan perbandingan luas daratan meskipun harus mengorbankan garis navigasi lurus milik Mercator.

Peta Mercator yang diciptakan Gerardus Mercator pada 1569 dinilai mendistorsi ukuran benua yang jauh dari khatulistiwa. Akibatnya, Greenland terlihat hampir sama besar dengan Afrika, padahal Afrika sebenarnya 14 kali lebih besar.

Article ad in the middle of article

Masalah distorsi visual ini dikritik karena memengaruhi cara pandang politik dan ekonomi global secara psikologis. Para ahli menilai wilayah yang digambarkan lebih kecil cenderung dianggap kurang penting oleh masyarakat dunia.

“Peta lebih dari sekadar panduan bagi para pelancong. Peta membentuk cara kawasan dipersepsikan secara politik dan ekonomi,” ujar Kioko Muendo (Ahli Geografi Kenya) kepada BBC.

“Ia ingin sebuah garis lurus yang digambar pada peta tampak sebagai garis lurus dalam kenyataan jika Anda mengikuti arah kompas,” ujar James Cheshire (Profesor Kartografi dari University College London) kepada BBC.

“Itulah tujuan pembuatannya, dan itulah yang dilakukannya dengan sangat baik,” lanjut James Cheshire (Profesor Kartografi dari University College London) kepada BBC.

Meskipun Equal Earth lebih adil secara visual, proyeksi ini tetap memiliki keterbatasan dalam mengukur jarak antar-wilayah secara sempurna. Setiap proyeksi peta dua dimensi dipastikan memiliki distorsi tersendiri karena Bumi berbentuk bulat.

“Anda bisa mempertahankan luas, atau mempertahankan bentuk, atau mempertahankan jarak dan arah, tetapi tidak bisa mempertahankan semuanya secara sempurna, karena jika demikian Anda akan kembali ke bentuk bola,” tambah James Cheshire (Profesor Kartografi dari University College London) kepada BBC.

PBB menegaskan bahwa resolusi ini bersifat tidak mengikat serta tidak melarang penggunaan peta Mercator untuk navigasi. Peta Equal Earth sendiri kini sudah tersedia gratis dan dapat diunduh oleh publik melalui situs resminya.

“Peta yang adil tidak mengubah geografi dunia, tetapi mengubah cara kita melihat dunia.” ujar Robert Dussey (Menteri Luar Negeri Togo) kepada PBB.

Article ad after last paragraph