Senin, 21 September 2026
Hot

MUI Jatim dan UB Kembangkan AI Mu’awin

MUI Jatim dan AI Centre UB kembangkan AI Mu'awin berbasis Islam Wasathiyah.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS – Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan AI Centre Universitas Brawijaya mengembangkan chatbot bernama AI Mu’awin, Senin (21/9/2026).

Kerja sama strategis ini bertujuan memperkuat literasi keagamaan serta menangkal penyebaran berita bohong. Inisiatif tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan audiensi yang berlangsung pada tanggal 18 September 2026.

Ketua Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digitalisasi MUI Jawa Timur, Khoirul Anwar, menjelaskan bahwa umat Islam harus aktif mengembangkan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.

Article ad in the middle of article

“AI sudah memasuki hampir seluruh ruang kehidupan. Karena itu, umat tidak boleh hanya menjadi konsumen. MUI bersama perguruan tinggi perlu mulai membangun kedaulatan pengetahuan dan teknologi agar AI memberikan maslahat bagi umat,” ujar Khoirul Anwar.

AI Mu’awin dirancang sebagai instrumen pendukung akses pengetahuan dengan basis data Islam Wasathiyah yang telah terkurasi. Teknologi ini diposisikan sebagai alat bantu masyarakat, sementara otoritas hukum Islam tetap berada di tangan para ulama.

Inisiatif pembangunan ekosistem kecerdasan buatan ini dijabarkan melalui tiga klaster utama. Klaster tersebut meliputi pusat kognisi dakwah, sistem pertahanan informasi, dan penguatan infrastruktur digital internal.

“Yang ingin dibangun bukan sistem untuk mengawasi orang. Orientasinya membaca dinamika ruang digital secara agregat sebagai early warning system. Dari sana MUI dapat mengetahui persoalan yang berkembang dan menyiapkan edukasi maupun respons yang lebih tepat,” ujar Khoirul Anwar.

Program ini menjadi bagian dari agenda prioritas Komisi Komdigi MUI Jawa Timur untuk masa khidmat 2025 sampai 2030.

“Target akhirnya bukan sekadar MUI memakai AI. Kami ingin membangun ekosistem digital yang pengetahuannya terverifikasi, teknologinya dapat dipertanggungjawabkan, dan manfaatnya kembali kepada umat. Inilah yang kami maksud sebagai ikhtiar menuju kedaulatan digital umat,” ujar Khoirul Anwar.

Sumber:
  • https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8672523/mui-jatim-kembangkan-ai-muawin-chatbot-berbasis-fatwa-dan-islam-wasathiyah
Article ad after last paragraph