HARIANEXPRESS, BUENOS AIRES – Kelanjutan karier Lionel Scaloni sebagai pelatih Tim Nasional Argentina dilaporkan berada di ujung tanduk setelah ia menyatakan kelelahan pasca-era Piala Dunia 2026. (09/09/2026)
Kontrak pelatih Argentina ini akan berakhir pada Desember 2026, dan pihak Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) kini tengah mengupayakan perpanjangan kontrak hingga 2030. Namun, situasi tersebut berubah drastis setelah muncul kabar bahwa Scaloni enggan melanjutkan kepemimpinannya setelah masa baktinya selesai.
Keputusan mundur tersebut mulai dipertimbangkan Scaloni setelah timnya mengalami kekalahan dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Negosiasi yang semula diwarnai optimisme kini menemui jalan buntu akibat kejenuhan fisik dan mental yang dialami sang pelatih.
Kondisi ini diperparah dengan pensiunnya Lionel Messi dari kancah internasional serta rencana mundurnya asisten pelatih Walter Samuel untuk berkarier mandiri.
Jurnalis Argentina, Verónica Brunatti, mengungkapkan bahwa Scaloni menyampaikan rasa lelahnya secara langsung kepada Presiden AFA, Claudio “Chiqui” Tapia.
“Estoy muy cansado”
ujar Lionel Scaloni kepada Claudio “Chiqui” Tapia sebagaimana dilaporkan oleh Cholila Online.
Sementara itu, jurnalis Gustavo Yarroch dari Radio La Red menyatakan bahwa situasi pembaruan kontrak ini kini menjadi sangat rumit bagi federasi.
“Hasta el viernes había optimismo por la conducción de la AFA en la renovación, y del lado del técnico no había habido ningún tipo de señal. Ese escenario ha cambiado. Lo que me reconocen a mí es que la renovación de Scaloni está complicada, se complicó a poco más de tres meses de la finalización del contrato del entrenador”
ujar Gustavo Yarroch di Radio La Red sebagaimana dikutip oleh Urgente24.
Meski menghadapi kendala besar, Chiqui Tapia berkomitmen untuk memanfaatkan sisa waktu tiga bulan guna meyakinkan Scaloni agar tetap bertahan. Selama delapan tahun masa kepemimpinannya dalam 104 pertandingan, Scaloni sukses mempersembahkan dua trofi Copa América (2021 dan 2024), satu Finalissima (2022), dan satu gelar Piala Dunia Qatar (2022).


