Rabu, 16 September 2026
Hot

2.432 Kader TP PKK Mataram Dilibatkan Perkuat Siaga Stroke

Sebanyak 2.432 kader TP PKK Kota Mataram dilibatkan untuk memperkuat jejaring siaga stroke berbasis masyarakat dan mempercepat respons medis.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, MATARAM – Sebanyak 2.432 kader TP PKK Kota Mataram digandeng untuk memperkuat jejaring siaga stroke di tingkat masyarakat demi percepatan penanganan. Rabu, (16/09/2026)

Langkah preventif ini diwujudkan lewat sinergi antara RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram bersama TP PKK Kota Mataram di Aula Pendopo Wali Kota Mataram. Fokus utama program diarahkan agar masyarakat mampu mengenali gejala awal stroke secara mandiri sebelum pasien dilarikan ke fasilitas kesehatan.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., menyatakan bahwa para kader perempuan tersebut memegang posisi krusial lantaran bersentuhan langsung dengan warga. Pihak rumah sakit juga mengembangkan inovasi Pendekar Serasi sejak tahun 2023 untuk penanganan darurat dan rehabilitasi stroke terintegrasi.

“Kami mendapat dukungan yang luar biasa dari Ibu Wali Kota Mataram sebagai Ketua TP PKK Kota Mataram. Sekitar 2.432 kader di Kota Mataram memiliki peran strategis di masyarakat,” ujar dr. Eka dalam kegiatan di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, Rabu (16/9/2026) kepada Radar Bangsa.

Article ad in the middle of article

“RSUD HMR tidak hanya memperkuat pelayanan di dalam rumah sakit, tetapi juga secara aktif mengajak kader TP PKK di seluruh wilayah Kota Mataram untuk mengenali tanda-tanda awal serangan stroke dan memahami pentingnya respons cepat serta segera ke rumah sakit,” jelasnya kepada Radar Bangsa.

Perwakilan Angels Initiative, Didit Abdullah, menyoroti persoalan keterlambatan pasien yang masih sering terjadi saat berobat ke rumah sakit. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum tersebut, tercatat ada 1.366 kasus stroke di wilayah Mataram.

“Fakta di lapangan masih banyak pasien stroke yang terlambat datang ke rumah sakit,” ujar Didit kepada Radar Bangsa.

“Bersama RSUD HMR kami membentuk tim siaga stroke dengan tujuan mengidentifikasi dan mengatasi berbagai kendala penanganan stroke di Kota Mataram dan NTB, terutama melatih PSC 119 MEMS,” jelasnya kepada Radar Bangsa.

Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menilai penanggulangan penyakit ini menuntut pembentukan sistem terpadu yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Ia juga memuji keberanian pihak rumah sakit dalam menginisiasi langkah terobosan tersebut sejak tahun 2024.

“Bagi saya, ini bukan sekadar berbicara soal penanganan stroke, tetapi berbicara soal membangun sistem. Rumah sakit melibatkan tenaga medis, melibatkan masyarakat, kader. Ini menjadi satu kesatuan yang sangat penting dalam langkah kita untuk bisa membangun kualitas kesehatan masyarakat kita,” ujar Mohan kepada Radar Bangsa.

“Bagi saya ini pencapaian yang sangat luar biasa karena RSUD HMR berani mengambil terobosan, berani mengambil risiko, tetapi tetap terukur,” ungkap Mohan kepada Radar Bangsa.

Article ad after last paragraph