Jumat, 16 Oktober 2026
Hot

Asing Lepas Saham BMRI dan Catat Net Sell

Investor asing terus melepas kepemilikan saham Indonesia di pasar reguler dengan total penjualan mencapai ratusan triliun rupiah.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Gelombang pelepasan portofolio oleh investor luar negeri terus menekan bursa saham dalam negeri hingga pertengahan bulan kesepuluh. (15/10/2026)

Mengacu pada data perdagangan per Selasa (13/10/2026), nilai posisi jual pemodal asing di pasar reguler telah menyentuh angka Rp111,18 triliun secara year-to-date. Dalam rentang waktu satu bulan ke belakang saja, akumulasi pelepasan aset tersebut sudah mencapai Rp12,76 triliun.

Sentimen pelepasan kepemilikan ini turut menghantam kinerja saham emiten perbankan milik negara, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Pada penutupan sesi transaksi Rabu (14/10), instrumen ekuitas BMRI turun sebesar -0,75% menuju posisi Rp 3.960 per lembar saham.

Pelemahan tersebut menambah panjang tren koreksi BMRI yang tercatat terkikis -3,41% dalam sepekan terakhir. Adapun jika ditinjau sepanjang periode sebulan, depresiasi nilainya telah membengkak hingga menyentuh -9,17%.

Article ad in the middle of article

Kepala Riset Macquarie Capital Indonesia Ari Jahja menilai para penanam modal asing saat ini memperlihatkan sikap yang sangat waspada terhadap iklim bursa saham nasional. Menurutnya, potensi revaluasi indeks komposit masih terhambat oleh kejelasan arah kebijakan domestik dan pengelolaan fiskal di tengah kenaikan harga minyak mentah internasional.

“Investor asing menginginkan stabilitas kebijakan yang lebih baik, pelaksanaan kebijakan yang lebih kuat, serta kredibilitas fiskal sebelum revaluasi pasar yang berkelanjutan dapat terjadi,” ujar Ari Jahja (Kepala Riset Macquarie Capital Indonesia) kepada Bloomberg Technoz, Selasa (13/10/2026).

Hingga Kamis (15/10/2026), indikasi adanya pembalikan tren bagi pergerakan saham BMRI dilaporkan belum menampakkan wujud nyata.

Article ad after last paragraph