Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Antusiasme Tinggi di Gerakan Pangan Murah Kediri: 4 Ton Beras SPHP Ludes Diserbu Warga

Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pare, menyediakan 4 ton beras SPHP seharga Rp57.000 per 5 kg. Ratusan warga antre membeli kebutuhan pokok.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pare menyiapkan 4 ton beras SPHP untuk masyarakat, Rabu (5/8/2026)

Kegiatan ini dipusatkan di halaman Masjid Agung An-Nuur Pare, bertujuan menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan. Ratusan warga memadati lokasi sejak pukul 08.00 WIB untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri menyiapkan sekitar 4 ton beras SPHP, dua kali lipat dari stok biasanya. Peningkatan pasokan ini dilakukan karena tingginya antusiasme masyarakat yang memadati lokasi.

Selain beras, GPM menyediakan berbagai komoditas seperti gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan telur ayam. Berbagai produk UMKM Kabupaten Kediri, seperti makanan olahan, frozen food, serta keripik dan camilan, juga turut diperdagangkan.

Article ad in the middle of article

Analis Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Kediri, Budi Setyo Kurniawan, menjelaskan bahwa GPM merupakan salah satu upaya pemerintah menekan harga kebutuhan pokok. Ia menyebutkan harga komoditas di pasar masih relatif tinggi.

“Hari ini tersedia beras SPHP dari Bulog dengan harga Rp57.000 per kemasan 5 kilogram atau sekitar Rp11.400 per kilogram,” ujar Analis Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Kediri, Budi Setyo Kurniawan.

Menurut Budi, komoditas yang dijual berasal langsung dari produsen atau mitra pemerintah sehingga harganya lebih murah. Beras premium di pasar masih berkisar Rp19.500 per kilogram, sementara gula pasir rata-rata di atas Rp16.000 per kilogram.

Melalui GPM, masyarakat bisa membeli gula pasir seharga Rp15.000 per kilogram dan beras SPHP jauh di bawah harga pasar. Minyak goreng didatangkan langsung dari distributor, sedangkan gula pasir hasil kerja sama dengan Koperasi Konsumen Tebu (KTSGN).

Bawang merah dan bawang putih dipasok pelaku UMKM yang bermitra dengan petani, sementara telur ayam berasal langsung dari peternak melalui Badan Usaha Gerakan (BG) Canda Bhirawa.

Budi menambahkan, Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan di 18 titik di Kabupaten Kediri sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Secara keseluruhan, program ini telah dilakukan sebanyak 39 kali sejak Januari hingga awal Agustus 2026 sebagai strategi pengendalian inflasi daerah.

“Khusus di Pare hari ini kami menambah stok beras menjadi 4 ton. Biasanya hanya sekitar 2 ton, tetapi melihat tingginya kebutuhan masyarakat kami menambah pasokan agar lebih banyak warga yang bisa mendapatkan beras murah,” jelas Budi.

Camat Pare, Habib Adnan, mengapresiasi pelaksanaan GPM karena sangat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok terjangkau. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

Salah seorang warga, Fatmawati, asal Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan, mengaku datang sengaja membeli dua sak beras SPHP. Ia menyebut harga beras di GPM jauh lebih murah dibandingkan di toko atau pasar.

Article ad after last paragraph