HARIANEXPRESS, TRENGGALEK – Penjabat Sekretaris Daerah Trenggalek Stefanus Triadi Atmono memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Kejuaraan Pencak Silat Terbuka Bupati Cup 2026 di GOR Gajah Putih, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (25/7/2026).
Ajang ini dinilai sebagai tempat strategis untuk mencetak atlet bertalenta sekaligus sarana melestarikan warisan budaya bangsa. Kejuaraan ini diikuti oleh 550 peserta dari 30 kontingen, tidak hanya dari Trenggalek tetapi juga Kediri, Tulungagung, dan Blitar.
Turnamen pencak silat ini terselenggara berkat kerja sama dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Trenggalek. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari penuh.
Stefanus Triadi Atmono menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran IPSI Trenggalek atas suksesnya acara ini. Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen bersama.
“Tentunya ini komitmen hasil kita bersama. Kami berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada rekan-rekan IPSI. Yang telah menyelenggarakan kegiatan Bupati Cup turnamen pencak silat terbuka tahun 2026 ini,” ujar Triadi Atmono.
Beliau berharap turnamen ini dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya dan menjadi tonggak bagi atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas. Komitmen ini penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi lokal.
“Diharapkan ini nanti sebagai warisan budaya yang harus kita lestarikan dan tentunya menjadi tonggak bagi rekan-rekan, khususnya yang bertanding, agar senantiasa menjunjung tinggi sportivitas,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan berkelanjutan dalam olahraga pencak silat. Dukungan penuh akan diberikan bersama IPSI sebagai wadah resmi bagi beladiri tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana dan Sekretaris IPSI Trenggalek, Feri Bagus Setiawan, memaparkan detail peserta kejuaraan. Total ada 550 orang yang terbagi dalam 30 kontingen yang berkompetisi di GOR Gajah Putih.
“Syukur alhamdulillah, hari ini telah terselenggara event dari IPSI Kabupaten Trenggalek dengan tema Bupati Cup Trenggalek. Peserta kurang lebih 550 orang yang terbagi dalam 30 kontingen di GOR Gajah Putih,” terang Bagus Feri.
Semua 10 perguruan pencak silat di Trenggalek mengirimkan atlet terbaik mereka dalam kejuaraan ini. Partisipasi dibuka secara bebas melalui jalur sekolah (SD, SMP, SMA), klub, maupun perguruan.
Feri Bagus Setiawan menambahkan, para pemenang akan menerima piagam sertifikat yang berguna untuk pendaftaran sekolah melalui jalur prestasi. Ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, dan Dispora.
“Kami bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, dan Dispora. Insyaallah sertifikat kejuaraan ini bisa menjadi rekomendasi untuk masuk sekolah melalui jalur prestasi pencak silat,” jelasnya.
Melalui kejuaraan ini, diharapkan potensi atlet pencak silat muda dapat terus berkembang dan mendapatkan pengakuan yang layak.


