Senin, 19 Oktober 2026
Hot

Pemkab Bojonegoro Dorong Gen Z Garap Pertanian Modern

Pemkab Bojonegoro mendorong generasi muda terlibat dalam pertanian modern melalui talkshow Gutanbo Fest 2026 di Alun-Alun Bojonegoro.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, BOJONEGORO – Pemkab Bojonegoro mendorong regenerasi petani lewat talkshow Gutanbo Fest 2026 di Alun-Alun Bojonegoro guna menghadapi tantangan berkurangnya tenaga kerja agribisnis. Sabtu, (17/10/2026).

Kegiatan bertajuk Membangun Ekosistem Pertanian Modern Era Gen Z ini menyoroti pentingnya perubahan cara pandang anak muda terhadap sektor pertanian. Sektor ini kini berkembang menjadi peluang usaha modern yang memanfaatkan teknologi budidaya hingga pemasaran digital.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda untuk menjaga keberlanjutan ekonomi daerah. Pertanian menjadi sektor strategis kedua di Bojonegoro setelah industri minyak dan gas bumi.

“Generasi muda jangan hanya berpikir menjadi pegawai. Itu boleh, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya tumpuan. Sektor pertanian memiliki peluang besar untuk membangun kemandirian ekonomi, apalagi di Bojonegoro,” ujar Zaenal Fanani (Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro) di Alun-Alun Bojonegoro, Sabtu (17/10/2026).

Article ad in the middle of article

Zaenal menambahkan bahwa Bojonegoro ditargetkan menjadi sentra agroindustri dalam 20 tahun mendatang melalui penerapan smart farming dan mekanisasi. Teknologi digital memungkinkan petani mengelola serta memantau usaha tani secara efisien tanpa terbatas pada pekerjaan fisik di lahan.

Founder P4S Djoyo Tani, Fatkul Ilma, menjelaskan bahwa ekosistem pertanian modern memerlukan kolaborasi antara petani, penyedia teknologi, pemerintah, dan pasar. Menurutnya, kemampuan Gen Z dalam menguasai internet dan media sosial menjadi modal utama untuk menciptakan inovasi agribisnis.

“Pertanian masa depan ada di tangan Gen Z. Mereka tidak hanya bisa menjadi pekerja di sektor pertanian, tetapi juga inovator, wirausaha, dan pemimpin perubahan,” ujar Fatkul Ilma (Founder P4S Djoyo Tani) di Alun-Alun Bojonegoro, Sabtu (17/10/2026).

Praktisi sumber daya manusia dan manajemen agribisnis, Yusuf Dawud, menilai generasi muda perlu memiliki pola pikir adaptif terhadap perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan. Keterampilan mengelola media sosial dan konten digital sangat dibutuhkan untuk memperluas pemasaran produk pertanian.

“Masa depan pertanian ditentukan oleh apakah generasi muda merasa punya tempat di dalamnya. Karena itu, sumber daya manusia harus dibangun agar mampu beradaptasi dengan teknologi, mulai dari AI, Internet of Things (IoT), hingga penggunaan mesin pertanian,” ujar Yusuf Dawud (praktisi sumber daya manusia dan manajemen agribisnis) di Alun-Alun Bojonegoro, Sabtu (17/10/2026).

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama para praktisi berharap ruang berkiprah yang semakin luas ini dapat mempercepat transformasi pertanian daerah. Langkah ini diharapkan mampu membentuk sektor agribisnis yang modern, kompetitif, dan berkelanjutan.

Article ad after last paragraph