HARIANEXPRESS, BLITAR – Guna membangun wajah baru partai melalui regenerasi pengurus, DPC PKB Kabupaten Blitar resmi menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) selama dua hari di Kampung Coklat, Minggu (9/8/2026).
Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar, M. Rifai, menyatakan bahwa regenerasi menjadi bagian penting dalam penataan organisasi setelah dirinya terpilih sebagai mandataris ketua DPC. Kegiatan ini juga menjadi upaya restrukturisasi di tingkat kecamatan untuk menata target PKB ke depan.
Penguatan Organisasi dan Target Kursi Legislatif
M. Rifai menjelaskan bahwa setelah seluruh Musancab selesai, DPC PKB akan menindaklanjutinya melalui rapat kerja bersama DPAC terpilih. Salah satu target utama yang disiapkan adalah mengembalikan perolehan kursi DPRD Kabupaten Blitar.
Pada Pemilu sebelumnya, PKB memperoleh 11 kursi di DPRD Kabupaten Blitar. DPC PKB menargetkan jumlah tersebut kembali seperti capaian sebelumnya, yakni 13 hingga 14 kursi.
“Target lima tahun yang akan datang perolehan kursi harus naik. Dari yang kemarin 11, kita menargetkan mengembalikan suara kursi kita seperti waktu pemilu yang pertama, ada 13 sampai 14. Itu target kita,” ujar M. Rifai.
Selain target kursi legislatif, PKB juga memasang target memenangkan Pilkada mendatang. Strategi pencapaian target Pilkada ini akan dibahas lebih lanjut melalui rapat kerja tahunan.
Prioritas Regenerasi Kader dan Peran Generasi Muda
Regenerasi kader menjadi perhatian utama PKB Kabupaten Blitar di tengah penataan organisasi. M. Rifai menyebutkan bahwa DPP dan DPW PKB telah menginstruksikan proses regenerasi ini di seluruh tingkatan kepengurusan.
Regenerasi ini tidak berarti menyingkirkan peran kader senior, melainkan memberikan ruang bagi mereka. Kader berpengalaman tetap diberi tempat dalam jajaran Syuriyah sebagai dewan pertimbangan, sementara posisi Tanfidz sebagai pelaksana lebih diarahkan kepada generasi muda.
“Regenerasi itu sudah jadi bagian yang harus dilaksanakan oleh pengurus di tingkatan kabupaten atau kota. Bukan berarti kita membuang generasi yang tua-tua. Generasi yang tua-tua itu kita naikkan menjadi duduk di jajaran Syuriyah sebagai Dewan Pertimbangan. Kalau Tanfidz, pelaksana itu ya maklum harus anak-anak muda,” jelas M. Rifai.
Penguatan generasi muda juga dilakukan melalui organisasi yang berada di lingkungan PKB, seperti Gemasaba, Panji Bangsa, dan Garda Bangsa. Wadah-wadah ini menjadi ruang untuk menjangkau mahasiswa dan generasi muda yang berminat terlibat dalam politik.
PKB juga mendorong setiap struktur kepengurusan untuk memiliki kader milenial yang memahami teknologi. Hal ini sebagai upaya adaptasi terhadap perkembangan zaman.
“Kita dalam tanda kutip mewajibkan pengurus, salah satu dari pengurus itu harus yang milenial, ngerti IT-lah, ngerti teknologi,” tegas M. Rifai.
Partisipasi dan Struktur Organisasi
Musancab tersebut diikuti oleh sekitar 1.516 peserta dari berbagai wilayah. DPC PKB Kabupaten Blitar memiliki 23 Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), meskipun wilayah Kabupaten Blitar terdiri dari 22 kecamatan.
Jumlah DPAC bertambah karena Kecamatan Ponggok dibagi menjadi dua kepengurusan, yaitu Ponggok 1 dan Ponggok 2. Melalui restrukturisasi dan regenerasi ini, DPC PKB Kabupaten Blitar mulai menyiapkan kekuatan organisasi untuk menghadapi agenda politik lima tahun mendatang.


