HARIANEXPRESS, BLITAR – Pemerintah Kota Blitar resmi membuka Makam Bung Karno (MBK) untuk umum selama 24 jam penuh melalui sebuah tasyakuran guna mempermudah akses peziarah sekaligus mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi lokal, Minggu (16/8/2026).
Pembukaan layanan sepanjang hari ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dan para peziarah yang ingin mengunjungi makam Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kapan saja mereka inginkan, baik pagi, siang, maupun malam hari.
Makam Bung Karno Resmi Dibuka 24 Jam untuk Fasilitasi Peziarah dan Dorong Ekonomi
Keputusan untuk membuka Makam Bung Karno selama 24 jam ini merupakan langkah proaktif dari Pemerintah Kota Blitar dalam upaya meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat luas.
Momentum peresmian layanan 24 jam yang jatuh pada Sabtu (15/8/2026) malam secara kebetulan bertepatan dengan malam Minggu Kliwon, sebuah penanggalan Jawa yang dipilih secara khusus karena Bung Karno wafat pada tanggal 21 Juni 1970, juga saat itu bertepatan dengan Minggu Kliwon.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, secara langsung memimpin pembukaan acara tasyakuran tersebut yang dihadiri oleh berbagai pihak.
Dalam kesempatan itu, keluarga Bung Karno melalui Romy Soekarno juga turut memberikan arahan penting secara daring, menambahkan makna pada acara tersebut.
Syauqul menjelaskan bahwa pemilihan momentum ini tidak lepas dari penanggalan Jawa yang sarat makna.
“Ini bertepatan dengan momentum wafat beliau. Maka dari itu Pemerintah Kota Blitar membuka MBK 24 jam, sehingga memfasilitasi seluruh masyarakat dan para peziarah untuk bisa datang ke Kota Blitar menziarahi Bung Karno kapan pun, pagi, siang maupun malam,” ujar Syauqul.
Kebijakan baru yang memungkinkan operasional Makam Bung Karno 24 jam ini merupakan bagian integral dari konsep pelayanan publik sepanjang waktu yang diusung oleh pemerintah daerah.
Pemerintah Kota Blitar secara bertahap juga terus berupaya mendorong berbagai fasilitas lainnya agar dapat beroperasi selama 24 jam penuh untuk mendukung ekosistem pelayanan publik yang komprehensif.
“Pemerintah ingin melayani masyarakat sepenuh waktu, dalam artian 24 jam,” tegas Wali Kota Syauqul Muhibbin.
Pembukaan Makam Bung Karno (MBK) selama 24 jam ini tidak hanya dilihat dari sudut pandang aktivitas ziarah semata, melainkan juga memiliki potensi besar.
Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dan positif terhadap sektor pariwisata serta perekonomian masyarakat lokal di sekitar Kota Blitar.
Potensi Peningkatan Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Dengan adanya layanan Makam Bung Karno (MBK) yang dibuka selama 24 jam, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Blitar diproyeksikan akan mengalami peningkatan.
Sejumlah fasilitas pendukung seperti tempat nongkrong, kafe, dan berbagai fasilitas umum lainnya juga mulai didorong untuk beroperasi hingga malam hari, bahkan diharapkan bisa melayani selama 24 jam.
“Banyak fasilitas yang buka 24 jam tentunya wisatawan yang ada di Kota Blitar meningkat. Seluruh fasilitas umum juga kami rencanakan akan buka 24 jam,” kata Syauqul, merujuk pada dampak positif ini.
Pemerintah Kota Blitar melihat adanya peluang yang sangat besar untuk mengembangkan wisata malam sebagai daya tarik tambahan bagi pengunjung.
Para wisatawan yang melakukan perjalanan dan aktivitas pada siang hari kini memiliki fleksibilitas untuk melanjutkan pengalaman wisata mereka dan menginap di Kota Blitar pada malam hari.
Konsep ini diharapkan secara signifikan dapat meningkatkan tingkat hunian penginapan di wilayah tersebut.
Selain itu, inisiatif ini juga berpotensi besar untuk menggerakkan roda perekonomian para pelaku usaha kecil hingga menengah yang berada di sekitar destinasi wisata.
Kesiapan Petugas dan Koordinasi Berkelanjutan dengan Keluarga Bung Karno
Untuk memastikan bahwa seluruh pelayanan di Makam Bung Karno tetap berjalan optimal dan lancar sepanjang waktu, Pemerintah Kota Blitar telah melakukan persiapan matang dengan menyiapkan petugas.
Petugas tersebut akan bekerja menggunakan sistem kerja shift yang terstruktur, memastikan selalu ada personel yang siaga.
Aspek keamanan para peziarah dan kualitas pelayanan yang diberikan menjadi perhatian utama dalam penerapan jam operasional 24 jam ini.
“Kita sudah menyiapkan petugas keamanan dan memfasilitasi wisatawan yang dari jauh untuk berziarah setiap saat. Banyak wisatawan yang ingin berziarah pada malam hari karena suasananya lebih khusyuk,” jelas Wali Kota Syauqul Muhibbin.
Masyarakat yang datang dengan niat tulus untuk berziarah tidak perlu merasa khawatir sama sekali mengenai aspek keamanan selama berkunjung.
Pemerintah Kota Blitar menjamin dan memastikan bahwa petugas akan selalu berjaga serta siap sedia selama makam dibuka sepanjang waktu.
Terkait pengaturan aktivitas para pedagang yang berjualan di sekitar kawasan makam, Syauqul menjelaskan bahwa kebijakan akan dilakukan secara kondisional sesuai kebutuhan dan situasi.
Fokus utama dari pembukaan Makam Bung Karno (MBK) selama 24 jam ini adalah untuk memberikan pelayanan terbaik dan fasilitas yang memadai kepada para peziarah.
“Intinya pembukaan ini dalam rangka memfasilitasi peziarah. Bung Karno berhak didoakan oleh masyarakat, oleh seluruh bangsa Indonesia. Kalau peziarah datang ke sini dan tidak dilayani dengan baik, tentu tidak baik juga,” ujar Syauqul dengan tegas.
Menurut Syauqul, kegiatan ziarah ke makam Bung Karno melampaui sekadar ritual keagamaan.
Ziarah ini juga menjadi kesempatan berharga bagi seluruh masyarakat untuk mengambil hikmah dan inspirasi mendalam dari pemikiran serta perjuangan Bung Karno sebagai salah satu fondasi utama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam proses pengelolaan Makam Bung Karno (MBK), Pemerintah Kota Blitar secara konsisten terus menjalin koordinasi yang erat dengan keluarga Bung Karno, menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan yang baik.
Syauqul bahkan menyebutkan bahwa pihaknya secara berkala melaporkan jumlah kunjungan ke makam kepada Megawati Soekarnoputri sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Megawati Soekarnoputri, sebagai perwakilan keluarga, juga memberikan perhatian khusus terhadap ketertiban para peziarah.
Tujuannya adalah agar kawasan makam tetap kondusif, nyaman, dan terjaga kekhidmatannya.
“Beliau berpesan para peziarah juga dilakukan secara tertib, jangan terlalu banyak di dalam agar tidak berjubel. SOP ini kami terapkan,” kata Syauqul, menjelaskan pedoman yang diberlakukan.
Selain pengaturan jumlah pengunjung untuk menjaga ketertiban, Pemerintah Kota Blitar juga berencana untuk melakukan pembenahan.
Pembenahan tersebut akan meliputi sejumlah fasilitas di kawasan Makam Bung Karno (MBK), termasuk peningkatan kualitas pencahayaan di area tersebut untuk kenyamanan dan keamanan.








