HARIANEXPRESS, BOJONEGORO – Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro dipadati masyarakat dalam gelaran Festival Sandur 2026 yang dirangkai dengan Pesta Rakyat dan Car Free Night. (24/10/2026)
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro ke-349. Festival ini menghadirkan pertunjukan kesenian tradisional Sandur, bazar UMKM, serta penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba.
Pertunjukan utama malam itu menampilkan pagelaran Sandur dengan lakon Lemah Ninggal Warah oleh Sanggar Sedhet Serepet Bojonegoro. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda.
Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono menyatakan bahwa Sandur adalah kesenian tradisional yang wajib dirawat sebagai identitas daerah. “Ini bagian dari ikhtiar kita untuk merawat tradisi, khususnya peninggalan para pendahulu kita dalam bentuk drama atau tari yang menggambarkan identitas Kabupaten Bojonegoro,” ujar H. Setyo Wahono kepada Harian Express, Sabtu (24/10/2026).
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Lukiswati, M.Pd., menjelaskan bahwa Sandur Bojonegoro telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2018. Rangkaian acara juga dimeriahkan oleh lomba mewarnai, lomba Tembang Sandur, pameran karya siswa, hingga lomba esai sejarah desa.
Sebanyak 220 pelaku UMKM dilibatkan dalam bazar ini dan panitia menyediakan sekitar 10.000 porsi makanan gratis bagi warga. Bupati bersama Wakil Bupati Nurul Azizah turut meninjau stan UMKM dan menyapa masyarakat di lokasi.








