Jumat, 06 November 2026
Hot

Dirut KAI Bobby Rasyidin Buka Suara Usai Penyitaan Rp 2 Miliar oleh KPK

Dirut KAI Bobby Rasyidin membantah pemberitaan terkait penyitaan uang Rp 2 miliar oleh KPK dalam kasus korupsi digitalisasi SPBU Pertamina.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin membantah pemberitaan terkait penyitaan uang Rp 2 miliar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus korupsi digitalisasi SPBU Pertamina. (06/11/2026)

Penyitaan dana tersebut dilakukan penyidik KPK saat memeriksa Bobby sebagai saksi perkara dugaan korupsi pengadaan digitalisasi SPBU PT Pertamina (Persero) periode 2018–2023. Bobby menyampaikan bantahannya melalui keterangan tertulis di Jakarta pada Jumat (06/11/2026).

Bobby Rasyidin (Direktur Utama PT KAI) di Jakarta pada Jumat (06/11/2026) menyatakan: “Terkait ramainya pemberitaan hari ini di media tentang saya, saya sangat sedih dan menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar,”.

Bobby menjelaskan bahwa dirinya sedang berada di Yogyakarta untuk melakukan inspeksi perlintasan sebidang jelang Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kebijakan tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan perjalanan penumpang sesuai arahan Presiden.

Article ad in the middle of article

“Hari ini saya berada di Yogyakarta untuk melakukan inspeksi guna memastikan keselamatan di perlintasan sebidang. Kami terus mengupayakan langkah terbaik menuju zero accident, khususnya dalam menyambut Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sesuai arahan Bapak Presiden,” ujar Bobby Rasyidin (Direktur Utama PT KAI) di Yogyakarta pada Jumat (06/11/2026).

“Saya memohon doa dan dukungan pelanggan KAI serta seluruh masyarakat agar perjalanan kereta api senantiasa selamat, aman, dan lancar. Mari kita sambut libur Nataru dengan perjalanan kereta api yang semakin baik,” lanjut Bobby Rasyidin (Direktur Utama PT KAI) di Yogyakarta pada Jumat (06/11/2026).

Di sisi lain, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penyitaan uang tunai senilai Rp 2 miliar dari Bobby Rasyidin. Penelusuran aliran dana ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi digitalisasi SPBU Pertamina.

“Benar, Dalam penyidikan perkara ini, salah satunya telah dilakukan penyitaan uang senilai Rp 2 miliar, dari salah seorang saksi saudara BR,” ujar Budi Prasetyo (Juru Bicara KPK) kepada Harian Express pada Jumat (06/11/2026).

“Ya, dalam perkara dugaan TPK terkait digitalisasi SPBU,” tambah Budi Prasetyo (Juru Bicara KPK) kepada Harian Express pada Jumat (06/11/2026).

Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein turut mengonfirmasi tindakan penyitaan tersebut. “Iya betul. Penyidik sudah melakukan penyitaan,” ujar Achmad Taufik Husein (Direktur Penyidikan KPK) kepada Harian Express pada Jumat (06/11/2026).

Sebelumnya, Bobby pernah diperiksa penyidik KPK pada 14 Agustus 2025 dalam kapasitasnya sebagai Direktur Utama PT Len Industri (Persero) periode 2021–2025. Perkara korupsi proyek digitalisasi SPBU Pertamina ini telah naik ke tahap penyidikan sejak September 2024.

Pemeriksaan para saksi telah dilaksanakan penyidik sejak 20 Januari 2025. Meskipun KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam perkara ini, identitas para tersangka tersebut hingga kini belum diumumkan secara resmi kepada publik.

Article ad after last paragraph