HARIANEXPRESS, KEDIRI – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kediri kini menganggap dompet digital sebagai keharusan untuk mendorong penjualan dan meningkatkan efisiensi, Rabu (5/8/2026).
Peningkatan adopsi pembayaran digital, khususnya QRIS, menunjukkan tren positif di wilayah Kediri, dengan jumlah pengguna aktif QRIS ShopeePay tumbuh lebih dari 70% dalam beberapa bulan terakhir. Transformasi ini memudahkan transaksi, menawarkan keamanan lebih baik, dan memperluas jangkauan pelanggan bagi UMKM.
Kisah sukses datang dari Siti Cholifah, pemilik usaha ayam potong di Pasar Setonobetek, Kota Kediri, yang berhasil meraih omzet ratusan juta rupiah per bulan. Ia memanfaatkan layanan digital seperti BRImo dan QRIS dalam operasional bisnisnya.
Perbankan turut mendukung digitalisasi UMKM melalui berbagai program. “Kami terus mendukung pelaku UMKM agar berkembang, termasuk melalui kemudahan transaksi digital,” ujar Ayu Reza (Kepala BRI Unit Pasar Pahing). Adi Nugroho (Branch Manager BRI BO Kediri) menambahkan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Maret 2026 mencapai Rp 343 Miliar, didominasi sektor produksi.
Pemerintah Kota Kediri juga aktif mendorong UMKM untuk go-digital, termasuk bermigrasi ke platform e-commerce dan memperluas penggunaan QRIS. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Brawijaya bahkan memberikan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM di Desa Jajar dalam pembuatan dan penggunaan QRIS.
Dukungan tersebut diperkuat oleh sinergi berbagai pemangku kepentingan. “Transformasi ekonomi digital yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui sinergi kuat antara seluruh pemangku kepentingan. Pihaknya percaya pembayaran digital tidak hanya mempermudah transaksi,” ujar Eka Nilam Dari (Presiden Direktur ShopeePay Indonesia).
Penggunaan dompet digital memungkinkan UMKM untuk mengoptimalkan pencatatan transaksi dan meningkatkan efisiensi operasional. Hal ini juga sejalan dengan upaya menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.