HARIANEXPRESS, BLITAR – uasana sakral sekaligus meriah begitu terasa di jantung Kota Blitar dalam momen puncak peringatan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar. Masyarakat dihangatkan oleh gelaran tradisi luhur, Pisowanan Ageng, yang menjadi bukti nyata komitmen dalam melestarikan budaya warisan leluhur, Rabu (5/8/2026).
Sejak pagi, kawasan Alun-alun Blitar sudah dipadati oleh ribuan perangkat desa dan kecamatan. Mereka tampil bersahaja dalam balutan busana adat Jawa, membawa panji-panji kebesaran dari daerah masing-masing.
Dari Bedhol Pusaka hingga Laku Topo Pepe
Kesakralan puncak hari jadi ini telah dimulai sejak Selasa (4/8/2026) sore melalui prosesi Bedhol Pusaka. Dalam ritual ini, pusaka daerah diarak dengan khidmat dari Pendopo Ronggo Hadi Negoro di Kota Blitar menuju Pendopo Sasana Adi Praja di Kanigoro, Kabupaten Blitar. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya puncak perayaan yang melibatkan sinergi erat dari berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat.
Memasuki hari H pada Rabu pagi, rangkaian acara berlanjut dengan tradisi Topo Pepe. Ribuan abdi negara tingkat desa berkumpul di Alun-alun Blitar untuk melakukan ritual ini. Tradisi Topo Pepe merupakan laku menjemur diri di bawah terik sinar matahari, yang memiliki filosofi mendalam sebagai bentuk keprihatinan dan kesetiaan rakyat sebelum menghadap kepada pemimpin mereka.
Sowan Bupati: Simbol Kuatnya Sinergi Pemkab dan Desa
Usai melakoni laku Topo Pepe, rombongan pembawa panji-panji bergerak beriringan menuju Pendopo Ronggo Hadi Negoro. Di lokasi inilah inti acara Pisowanan Ageng dilaksanakan. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Blitar.
Momen sowan ini bukan hanya formalitas birokrasi semata. Namun, ia menjadi simbol harmonisnya komunikasi dan penghormatan antara pemangku kebijakan daerah dengan aparatur desa yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Melalui pergelaran Pisowanan Ageng pada usia ke-702 ini, Kabupaten Blitar kembali menegaskan identitas kulturalnya. Pesan kuat bahwa laju modernisasi tidak menyurutkan semangat persatuan dan kecintaan warga Blitar terhadap budaya warisan leluhurnya.