HARIANEXPRESS, RIYADH – Kelompok Houthi melancarkan serangan terhadap bandara internasional di Riyadh serta kilang minyak Aramco, yang kemudian dibalas oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi. (06/10/2026)
Aksi penyerangan tersebut menyasar tiga target di Arab Saudi pada Senin (5/10). Serangan itu mengenai bandar udara internasional di ibu kota Saudi, Riyadh, kilang minyak, serta sejumlah titik lain di selatan Saudi.
Warga di ibu kota Riyadh mendengarkan ledakan besar pada Senin pagi. Pihak Houthi mengumumkan serangan tersebut melalui seorang juru bicara.
Sebagai respons, koalisi militer pimpinan Saudi melancarkan serangan balasan terhadap target milik Houthi di sepanjang pantai Laut Merah. Pasukan Angkatan Laut koalisi Saudi menghantam target militer di Hodeida.
“Mereka menghancurkan gudang senjata, fasilitas penyimpanan perahu bermuatan bahan peledak dan ranjau laut,” ujar Turki al-Malki kepada kumparan di Riyadh, Senin (5/10).
“Kami telah pula menggagalkan rencana serangan yang menargetkan jalur pelayaran di Laut Merah bagian selatan,” ujarnya kepada kumparan di Riyadh, Senin (5/10).
Konflik bersenjata antara kedua belah pihak di Timur Tengah ini telah menyebabkan lebih dari 184 ribu orang kehilangan tempat tinggal menurut laporan PBB. Houthi sendiri menguasai sebagian besar kawasan utara Yaman termasuk Sanaa dan sebelah barat Kota Hodeida.










