Rabu, 07 Oktober 2026
Hot

Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Turun Rp 10.000

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan Rp 10.000 per gram pada perdagangan Selasa 6 Oktober 2026.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Harga emas batangan dari PT Aneka Tambang Tbk mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Logam mulia tersebut melemah sebesar Rp 10.000 per gram.

Berdasarkan informasi dari laman logammulia.com, tarif emas Antam hari ini berada di posisi Rp 2.570.000 per gram. Nilai tersebut menyusut dari perdagangan hari sebelumnya yang tercatat senilai Rp 2.580.000 per gram.

Pelemahan ini turut berdampak pada harga buyback atau harga beli kembali emas Antam. Nilai buyback hari ini ikut turun Rp 10.000 menjadi Rp 2.376.000 per gram.

Pergerakan nilai emas Antam bersifat fluktuatif serta mengikuti perkembangan pasar harian dan harga emas dunia. Antam sebelumnya pernah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3.168.000 per gram dengan buyback menembus Rp 2.989.000 per gram.

Article ad in the middle of article

Berikut rincian harga emas Antam pada Selasa (6/10/2026): pecahan 0,5 gram seharga Rp 1.335.000, 1 gram seharga Rp 2.570.000, 2 gram seharga Rp 5.090.000, 3 gram seharga Rp 7.617.000, serta 5 gram seharga Rp 12.665.000. Selanjutnya pecahan 10 gram senilai Rp 25.250.000, 25 gram seharga Rp 62.960.000, 50 gram seharga Rp 125.755.000, 100 gram seharga Rp 251.360.000, 250 gram seharga Rp 628.090.000 pre-order, 500 gram seharga Rp 1.255.900.000 pre-order, dan 1.000 gram seharga Rp 2.510.600.000 pre-order.

Di sisi lain, pasar global mencatat harga emas dunia relatif stabil pada penutupan perdagangan Senin. Tekanan dari penguatan dolar Amerika Serikat serta tingginya imbal hasil US Treasury tertahan oleh berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

“Kita bisa melihat penurunan jangka pendek (pada harga emas) sebelum pembeli masuk secara signifikan. Ini berkaitan dengan dolar yang terus menguat dan imbal hasil yang masih tinggi,” ujar analis pasar di Forex.com, Fawad Razaqzada kepada Liputan6.com.

Article ad after last paragraph