HARIANEXPRESS, SURABAYA – Surabaya kembali memperkuat komitmennya dalam penyediaan air bersih melalui pelantikan Direksi baru Perumda Air Minum (PAM) Surya Sembada Surabaya, Jumat (7/8/2026).
Para pimpinan baru ini akan mengemban amanah untuk periode 2026–2029. Prosesi pelantikan berlangsung di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, pada hari Rabu, 5 Agustus 2026.
Momen penting ini menandai dimulainya babak baru dalam menjawab kompleksitas penyediaan air minum. Kota Surabaya terus berkembang, menghadapi tantangan perubahan iklim, serta peningkatan kebutuhan masyarakat dan tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi.
Memimpin di Tengah Arus Kebutuhan Air
Pengelolaan air minum di kota besar jauh dari kata sederhana; ada banyak pekerjaan panjang yang terlibat di dalamnya. Proses tersebut meliputi sumber air baku, instalasi pengolahan, jaringan perpipaan, hingga teknologi dan tata kelola perusahaan.
Ketika aliran air terganggu, hal tersebut bukan hanya masalah teknis semata. Ini juga dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik.
Proses seleksi Direksi baru telah dilakukan secara ketat, melalui tahapan administrasi, uji kompetensi, psikotes, focus group discussion (FGD), presentasi rencana bisnis, hingga wawancara. Pemerintah kota berupaya menghadirkan pemimpin yang tidak hanya mahir dalam aspek bisnis, tetapi juga memiliki integritas dan visi pelayanan kuat.
Harapan ini sangat penting mengingat perusahaan air minum memiliki karakter yang unik. Keberhasilan PAM Surya Sembada tidak hanya diukur dari besarnya laba, melainkan dari seberapa banyak warga yang mendapatkan layanan air bersih berkualitas.
Oleh karena itu, Direksi baru tidak punya banyak waktu untuk beradaptasi. Masyarakat lebih menanti hasil nyata dibandingkan sekadar pergantian nama pejabat.
Warga berharap agar air dapat mengalir lebih lancar, dengan tekanan yang stabil, kualitas terjaga, dan pelayanan yang cepat saat terjadi gangguan.
Mengurai Segudang Tantangan
Surabaya masih menghadapi tantangan distribusi air di beberapa kawasan yang pasokannya belum optimal. Kondisi ini membuat sebagian warga harus menunggu waktu tertentu untuk mendapatkan aliran air.
PAM Surya Sembada memiliki pekerjaan rumah besar untuk menjaga pelayanan yang sudah baik, serta memperluas pemerataan layanan ke seluruh wilayah kota. Target layanan air bersih 24 jam menjadi indikator yang sangat berat untuk dicapai.
Pencapaian target tersebut menuntut investasi besar pada jaringan distribusi, reservoir, pompa, dan sistem pengendalian tekanan air. Semua investasi ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Di tengah kebutuhan investasi, perusahaan juga harus menjaga kesehatan keuangan agar tetap berkelanjutan. Dilema ini sering dihadapi oleh banyak perusahaan daerah penyedia air minum.
Terlalu berorientasi pada keuntungan dapat menyebabkan layanan sulit dijangkau masyarakat luas. Sebaliknya, hanya berorientasi pada pelayanan tanpa perhitungan bisnis yang sehat justru mengancam keberlangsungan perusahaan.
Keseimbangan antara fungsi sosial dan fungsi bisnis menjadi kunci utama keberhasilan. Pemerintah Kota Surabaya telah mengarahkan agar perusahaan tidak hanya mengejar dividen.
Pemerintah kota mendorong perusahaan untuk memanfaatkan berbagai skema pembiayaan, termasuk kerja sama dengan investor, tujuannya adalah mempercepat pembangunan jaringan tanpa membebani keuangan perusahaan.
Pendekatan ini sejalan dengan praktik di berbagai kota besar di dunia, di mana perusahaan air memanfaatkan kemitraan. Hal ini untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, sementara pemerintah tetap mengendalikan kualitas layanan dan tarif.
Kunci keberhasilan pendekatan ini terletak pada tata kelola yang transparan, pembagian risiko yang jelas, serta perlindungan kepentingan pelanggan.
Transformasi Pelayanan dan Budaya Kerja
Pembangunan fisik infrastruktur saja tidak cukup dalam era digital saat ini. Perusahaan air minum juga dituntut melakukan transformasi pelayanan.
Keluhan pelanggan tidak lagi cukup diatasi melalui loket konvensional. Diperlukan respons cepat melalui aplikasi digital, pemantauan jaringan secara real time, serta sistem deteksi kebocoran berbasis sensor.
Analisis data pelanggan juga menjadi bagian penting dari wajah baru pelayanan air minum modern. Perubahan budaya kerja juga merupakan tantangan yang tidak kalah penting.
Arahan agar Direksi turun langsung ke lapangan menunjukkan pentingnya kepemimpinan yang hadir di tengah persoalan. Keputusan yang baik lahir dari pemahaman atas kondisi nyata yang dialami masyarakat.
Menjaga Kepercayaan Publik dan Adaptasi Iklim
Air bersih bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan hak dasar masyarakat dan fondasi kehidupan. Kualitas air yang baik mendukung kesehatan, pendidikan, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi.
Peningkatan kualitas layanan air minum akan memberikan dampak berantai terhadap kualitas hidup warga Surabaya. Oleh karena itu, keberhasilan Direksi PAM Surya Sembada selama tiga tahun ke depan tidak cukup diukur dari laporan keuangan yang positif.
Indikator yang jauh lebih penting adalah berkurangnya wilayah yang mengalami gangguan distribusi. Selain itu, penanganan keluhan pelanggan yang semakin cepat juga menjadi tolok ukur penting.
Tingkat kehilangan air yang rendah, cakupan pelayanan yang semakin luas, dan tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi juga harus dicapai. Langkah berikutnya adalah membangun budaya keterbukaan.
Publik berhak mengetahui perkembangan pembangunan jaringan, capaian pelayanan, tingkat kehilangan air, serta target-target tahunan perusahaan. Transparansi semacam ini dapat meningkatkan akuntabilitas dan memperkuat kepercayaan masyarakat.
Perusahaan juga perlu memperkuat strategi adaptasi terhadap perubahan iklim. Variabilitas curah hujan, ancaman kekeringan, dan meningkatnya kebutuhan air perkotaan memerlukan diversifikasi sumber air baku.
Selain itu, konservasi daerah tangkapan air dan efisiensi penggunaan air juga sangat diperlukan. Investasi pada teknologi pengolahan dan sistem distribusi yang lebih hemat energi juga akan menjadi kebutuhan jangka panjang.
Pada saat yang sama, edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan air secara bijak tidak boleh diabaikan. Ketahanan air tidak hanya ditentukan oleh kemampuan perusahaan memproduksi air bersih.
Perilaku konsumsi masyarakat yang semakin efisien juga menjadi faktor penentu ketahanan air. Direksi baru PAM Surya Sembada kini mengemban amanah besar.
Mereka membawa harapan jutaan warga Surabaya yang setiap hari bergantung pada kepastian air bersih. Meskipun tantangan ini tidak ringan, ada kesempatan besar untuk membuktikan.
Perusahaan daerah mampu menjadi contoh pelayanan publik yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Jika keseimbangan antara inovasi, tata kelola yang baik, investasi berkelanjutan, dan pelayanan yang humanis dapat terwujud, maka keberhasilan PAM Surya Sembada tidak hanya terlihat dari air yang mengalir sepanjang hari. Lebih dari itu, yang akan terus mengalir adalah kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah.